PEMPROV GORONTALO
WFH Solusi Hemat BBM? Akademisi Gorontalo Soroti Efek Domino di Sektor Informal
Rencana kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai beragam tanggapan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fahrudin-Olilingo-kemeja-putih-dan-Herwin-Mopangga.jpg)
"Dengan bekerja dari rumah, ASN tidak mengeluarkan biaya rutin seperti BBM," ungkapnya.
Namun, secara makro, kebijakan ini memiliki efek domino terhadap perekonomian daerah.
Ia memisalkan, berkurangnya mobilitas ASN akan langsung berdampak pada sektor transportasi informal.
"ASN yang biasanya berangkat ke kantor menggunakan bentor akan membuat pengemudi bentor kehilangan pendapatan," kata Fahrudin.
Dampak ini merambat ke sektor lain, bahkan hingga ke penerimaan pajak daerah.
Di sisi lain, Fahrudin menilai WFH merupakan langkah antisipatif pemerintah di tengah ketidakpastian global, khususnya terkait gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
Meski pasokan BBM dalam negeri saat ini relatif aman berkat subsidi, ia mengingatkan adanya konsekuensi fiskal jangka panjang.
"Dampak dari subsidi sering kali dikompensasi dengan menambah utang, yang tentu mempengaruhi defisit anggaran," imbuhnya. (*)