Arus Balik Lebaran 2026
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai 28 Maret, Pelabuhan Feri Gorontalo Tambah Trip Kapal
Arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo diperkirakan mencapai puncaknya mulai 28 Maret 2026.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-para-penumpang-KMP-Moinit-tiba-di-Pelabuhan-Penyeberangan-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Puncak Arus Balik: Diperkirakan terjadi pada 28–30 Maret 2026 di Pelabuhan Ferry Gorontalo, dengan tren penumpang mulai meningkat setelah masa mudik.
- Strategi Operasional: Tidak ada penambahan armada kapal, tetapi frekuensi perjalanan ditingkatkan menjadi setiap hari dengan sistem double trip untuk mengurai kepadatan.
- Kondisi & Data Penumpang: Volume penumpang naik 9 persen dibanding tahun lalu, cuaca kondusif sehingga pelayaran lancar, serta posko terpadu siaga hingga 30 Maret 2026.
TRIBUNGORONTALO.COM – Arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo diperkirakan mencapai puncaknya mulai 28 hingga 30 Maret 2026.
Kepala Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Deni Abdul, menyampaikan bahwa hingga saat ini pergerakan penumpang masih relatif normal dan belum melampaui angka puncak arus mudik sebelumnya.
“Alhamdulillah, kondisi saat ini masih kategori normal. Puncak arus mudik kemarin tercatat sekitar 347 penumpang, dan sampai sekarang belum ada yang melebihi angka tersebut,” ujarnya saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (24/3/2026).
Menurut Deni, tren pergerakan penumpang saat ini masih didominasi oleh kedatangan menuju Gorontalo. Sementara itu, arus balik diprediksi mulai meningkat signifikan menjelang berakhirnya masa posko Lebaran.
“Perkiraan kami, arus balik akan terjadi pada 28, 29, dan 30 Maret. Di rentang waktu itulah kemungkinan puncaknya akan terlihat,” tambahnya.
Baca juga: Kesempatan Emas! Pertamina dan BRI Buka Lowongan Kerja di Gorontalo, Cek Persyaratannya
Armada Tetap, Frekuensi Perjalanan Ditambah
Meski diprediksi terjadi lonjakan penumpang, pihak pengelola memastikan tidak ada penambahan jumlah armada kapal. Sebagai solusinya, intensitas perjalanan (trip) ditingkatkan demi mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa.
“Untuk armada tidak ada penambahan, namun kami menambah frekuensi trip. Jika sebelumnya kapal berangkat dua hari sekali, kini beroperasi setiap hari,” jelas Deni.
Kebijakan ini telah diterapkan sejak pembukaan posko pada 13 Maret 2026, dengan sistem double trip yang mulai berjalan efektif sejak 14 Maret. Langkah ini dinilai ampuh untuk mengurai kepadatan, baik pada masa mudik maupun arus balik.
Secara keseluruhan, volume penumpang tahun ini mengalami kenaikan sekitar 9 persen dibandingkan tahun lalu.
Deni merinci, puncak arus mudik terjadi pada H-6 atau 14 Maret 2026 dengan jumlah 347 orang, diikuti lonjakan pada H-2 dengan 209 penumpang.
“Total kedatangan penumpang hingga saat ini mencapai 1.334 orang, sedangkan keberangkatan tercatat sebanyak 1.995 orang,” paparnya.
Ia meyakini angka ini akan terus bertambah mengingat tradisi masyarakat Gorontalo yang sering melakukan perjalanan pasca-Lebaran.
Cuaca Bersahabat, Operasional Lancar
Kondisi cuaca di perairan Gorontalo selama masa angkutan Lebaran terpantau kondusif, sehingga jadwal pelayaran berjalan tanpa kendala.
“Kondisi alam sangat mendukung. Tidak ada penundaan keberangkatan, semua berjalan sesuai jadwal,” kata Deni.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan otoritas cuaca dan operator di wilayah Sulawesi Tengah untuk menjamin keamanan pelayaran. Hingga kini, belum ada keluhan dari penumpang terkait pelayanan maupun penanganan barang bawaan.
Selain penumpang, volume kendaraan roda dua dan roda empat pribadi juga meningkat. Untuk menjaga kelancaran operasional, pihak pelabuhan memberlakukan pembatasan terhadap kendaraan logistik besar agar tidak mengganggu mobilitas penumpang di area dermaga.
Posko Terpadu Siaga Hingga 30 Maret
Pelayanan arus mudik dan balik di Pelabuhan Ferry Gorontalo dipantau melalui posko terpadu yang aktif hingga 30 Maret 2026. Petugas disiagakan di berbagai titik untuk memberikan informasi dan bantuan kepada penumpang.
“Petugas kami selalu standby. Jika ada kendala, penumpang bisa langsung melapor ke posko pelayanan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo yang terletak di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, merupakan pintu gerbang strategis yang menghubungkan Gorontalo dengan wilayah Sulawesi Tengah seperti Wakai, Ampana, dan Pagimana.
Pelabuhan ini berjarak sekitar 6 km dari pusat kota, pelabuhan ini telah dilengkapi fasilitas memadai guna mendukung kenyamanan pemudik. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.