Rabu, 25 Maret 2026

Hilal Idulfitri

BREAKING NEWS: Hasil Rukyatul Hilal di Gorontalo Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat

Hasil pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani, Kabupaten Bone Bolango

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Hasil Rukyatul Hilal di Gorontalo Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
RUKYATULHILAL -- Petugas BMKG Stasiun Gorontalo Melakukan Pengamatan Hilal di Kawasan Wisata Hiu Paus, Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Kamis (19/3/2026). 

Penetapan lokasi ini dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan fasilitas serta kondisi lingkungan yang lebih kondusif menjelang periode mudik Lebaran.

Sidang isbat bukan sekadar forum penetapan tanggal, melainkan proses yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan keagamaan. 

Penentuan awal Syawal didasarkan pada dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). 

Data posisi bulan yang dihitung secara astronomis akan diverifikasi melalui hasil pemantauan langsung di berbagai titik di Indonesia, sehingga keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang, baik dari sisi teknis maupun substansi. 

Ia menegaskan bahwa sidang isbat merupakan proses terbuka yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan observasi lapangan.

"Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” terangnya, dikutip dari kemenag.go.id.

Sidang isbat tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, tetapi juga menghadirkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, perwakilan ormas Islam, hingga lembaga riset seperti BMKG dan BRIN. 

Keterlibatan banyak pihak ini memperkuat legitimasi hasil sidang.

Secara astronomis, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H diperkirakan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia. 

Ketinggiannya berkisar antara 0 derajat lebih hingga lebih dari 3 derajat, dengan elongasi mencapai lebih dari 4 derajat. (*/Jian/tribunnews)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved