Kamis, 19 Maret 2026

Dapur MBG Ditutup

Fakta Penutupan Dapur MBG di Tuladenggi Gorontalo, Diduga Gara-gara Bayi Keracunan Kue

Seorang balita dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fakta Penutupan Dapur MBG di Tuladenggi Gorontalo, Diduga Gara-gara Bayi Keracunan Kue
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
MBG GORONTALO -- SPPG di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, ditutup sementara usai dugaan kasus keracunan yang dialami seorang balita, Rabu (18/3/2026). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kejadian tragis terjadi di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Seorang balita dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo dengan menutup sementara operasional dapur SPPG Tuladenggi.

Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh terkait dugaan penyebab kejadian tersebut.

Relawan SPPG, Sunarti Sude, mengungkapkan bahwa makanan yang diduga menjadi pemicu adalah kue sus yang dibagikan sebagai menu berbuka puasa.

Baca juga: Lagi, 2 Dapur MBG di Kota Gorontalo Ditutup Wagub Idah Syahidah, Ini Lokasinya

Selama Ramadan, distribusi makanan memang difokuskan pada makanan ringan.

Namun, kue tersebut diduga tidak dalam kondisi layak konsumsi. Reaksi pada korban disebut terjadi sangat cepat.

“Lima menit setelah makan, anak itu langsung muntah-muntah dan wajahnya pucat,” ujar Sunarti, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, kue sus dengan isian fla memiliki risiko cepat basi jika tidak dikelola dengan baik.

Bahkan, terdapat dugaan kue tersebut telah diproduksi beberapa hari sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

Menurut Sunarti, penggunaan kue serupa sebelumnya sempat ditolak oleh relawan karena dinilai tidak tahan lama.

Namun, dalam kejadian ini, pemesanan dilakukan dari luar tanpa koordinasi menyeluruh dengan mitra maupun yayasan pengelola.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Regional BGN Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran standar operasional, apalagi jika sampai menimbulkan kejadian serius.

“Jika ada pelanggaran SOP atau kejadian luar biasa, maka dapur SPPG akan ditutup sementara,” tegasnya.

BGN juga mengungkap adanya laporan dari Dinas Kesehatan terkait dugaan keracunan makanan yang bersumber dari konsumsi SPPG tersebut.

Meski demikian, penutupan ini bersifat sementara. BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan ulang bagi pekerja dan pengelola dapur, serta perbaikan sistem pengelolaan makanan.

SPPG Tuladenggi diketahui melayani sekitar 3.000 lebih penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita hingga ibu hamil.

Selain Tuladenggi, satu dapur SPPG lain di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo juga turut dihentikan operasionalnya.

 Informasi ini disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang juga aktif memantau pelaksanaan program MBG di daerah.

Penutupan dilakukan setelah inspeksi menemukan sejumlah pelanggaran, mulai dari kebersihan dapur, kualitas makanan, hingga kandungan gizi yang tidak sesuai standar program.

Pemerintah daerah bersama BGN menegaskan akan memperketat pengawasan ke depan, agar program MBG benar-benar aman, tepat sasaran, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat. (*)

DISCLAIMER: Naskah berita ini sudah diedit, ada kesalahan informasi dari yang awalnya disebut bayi meninggal. Informasi terverifikasi, bayi hanya mengalami gejala keracunan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved