Minggu, 15 Maret 2026

Lebaran 2026

Jauh-jauh dari Manado, Erna Ahmad Pilih Buka Lapak di Pasar Senggol Gorontalo

Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai meramaikan kawasan Pasar Senggol di pusat Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jauh-jauh dari Manado, Erna Ahmad Pilih Buka Lapak di Pasar Senggol Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
LEBARAN -- Potret suasana Pasar Senggol Kota Gorontalo. Pasar ini menggunakan 5 ruas jalan di kawasan Kota Tua dan sudah dimulai sejak awal Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai membuka lapak di Pasar Senggol Kota Gorontalo
  • Tak hanya pedagang lokal, Erna Ahmad bahkan datang dari Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, untuk ikut berjualan seperti tahun-tahun sebelumnya. 
  • Ia menjual pakaian dan tas dengan harga terjangkau, sambil berharap pembeli mulai ramai mendekati hari raya.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang musiman mulai meramaikan kawasan Pasar Senggol di pusat Kota Gorontalo.

Tak hanya pedagang lokal, sejumlah penjual dari luar daerah juga sudah datang, termasuk dari Manado, Sulawesi Utara.

Pantauan Tribun Gorontalo, Jumat (13/3/2026), deretan lapak mulai berdiri di sepanjang Jalan Imam Bonjol, kawasan depan Colombus, hingga ke arah Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Letjen Suprapto.

Tenda-tenda sederhana tampak berjejer di tepi jalan dengan berbagai barang dagangan yang dipajang rapi. 

Pakaian pria dan perempuan, tas, hingga aksesoris mulai memenuhi lapak-lapak musiman yang menjadi bagian dari tradisi belanja warga menjelang hari raya.

Salah satu pedagang pakaian, Erna Ahmad, mengaku datang dari Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, untuk ikut berjualan di Pasar Senggol Gorontalo.

Baca juga: Aturan Baru Beli Tiket Kapal Ferry saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Gorontalo

“Kalau hari biasa saya jualan di Pasar 45 Manado. Tapi setiap menjelang Lebaran biasanya kami datang ke Gorontalo ikut Pasar Senggol,” ujar Erna kepada Tribun Gorontalo.

Menurut Erna, berjualan di Pasar Senggol Gorontalo sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan.

Ia bersama pedagang lainnya dari Manado memanfaatkan momen meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pakaian dan perlengkapan Lebaran.

Sejak pagi hari, Erna bersama pedagang lain sudah mulai membuka lapak dan menata barang dagangan.

Pakaian digantung di rak besi dan tali di dalam tenda, sementara tas serta aksesoris disusun di bagian depan lapak agar mudah dilihat pengunjung.

“Dari pagi kami sudah buka lapak. Kami susun pakaian, gantung di rak, sama atur tas yang dijual supaya kelihatan rapi,” katanya.

Di lapaknya, Erna menjual berbagai jenis pakaian pria dan perempuan serta tas dengan harga yang bervariasi.

Harga pakaian dibanderol mulai dari Rp60 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung jenis dan model.

“Kami kasih harga yang terjangkau supaya orang tertarik datang lihat-lihat dulu,” jelasnya.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Golongan yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan, Cek Cara Ganti Qadha dan Fidyah

Bagi pedagang dari luar daerah seperti Erna, Pasar Senggol Gorontalo menjadi salah satu peluang usaha musiman yang selalu dinanti setiap menjelang Idul Fitri.

Selain menjadi pusat belanja tahunan masyarakat, pasar ini juga menjadi tempat pertemuan pedagang dari berbagai daerah yang datang membawa beragam pilihan barang.

Seiring mendekati Lebaran, para pedagang berharap aktivitas jual beli di Pasar Senggol akan terus meningkat, sejalan dengan tradisi warga yang mulai berburu kebutuhan hari raya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved