Kamis, 19 Maret 2026

Masjid Gorontalo

Dari Tanah Wakaf Tahun 1937, Masjid Al Muqarrabin Gorontalo Kini Jadi Masjid Percontohan Nasional

Masjid Al Muqarrabin berdiri megah di tengah padatnya permukiman warga Kota Gorontalo Masjid ini terletak di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dari Tanah Wakaf Tahun 1937, Masjid Al Muqarrabin Gorontalo Kini Jadi Masjid Percontohan Nasional
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
MASJID DI GORONTALO -- Potret Masjid Al Muqarrabin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (25/2/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Masjid Al Muqarrabin berdiri megah di tengah padatnya permukiman warga Kota Gorontalo

Masjid ini terletak di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Lokasinya memang cukup strategis, berada di kawasan padat penduduk dan mudah diakses oleh jamaah dari berbagai penjuru kota.

Masjid ini tepat berada di pertigaan antara Jalan Madura dan Jalan Kalimantan.

Warna masjid hijau daun cukup mencolok bagi warga yang melintasi area tersebut.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Sepakati Nilai Zakat Fitrah Ramadan 2026, Ini Besarannya

Ketua Takmir Masjid Al Muqarrabin, Amirudin Habie, saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Rabu (25/2/2026), menuturkan bahwa masjid ini memiliki sejarah panjang yang berakar kuat pada semangat wakaf dan kebersamaan umat.

“Masjid Al Muqarrabin ini dibangun sejak tahun 1937. Awalnya masih berbentuk sangat sederhana, seperti surau,” ujar Amirudin usai salat Zuhur.

Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf milik almarhum Haji Hamid Podungge, seorang tokoh masyarakat yang pada masanya melihat kebutuhan mendesak akan rumah ibadah di kawasan tersebut.

MASJID DI GORONTALO -- Potret jemaah salat di Masjid Al Muqarrabin, Kelurahan Dulalowo,
MASJID DI GORONTALO -- Potret jemaah salat di Masjid Al Muqarrabin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (25/2/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.

“Pada waktu itu, di sekitar kompleks ini belum ada satu pun masjid. Karena itu keluarga almarhum Haji Hamid Podungge berinisiatif mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah jamaah, Masjid Al Muqarrabin mengalami sejumlah perubahan besar. 

Tercatat, masjid ini telah lima kali direnovasi, menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan lingkungan sekitar.

Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 2021, yang mengubah wajah masjid secara signifikan.

“Renovasi terakhir itu membuat masjid ini menjadi tiga lantai. Anggaran yang digunakan kurang lebih Rp14 miliar,” kata Amirudin.

Setelah proses rehabilitasi besar tersebut, masjid mulai kembali digunakan secara optimal pada tahun 2023 dan langsung dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.

Tak hanya megah secara fisik, Masjid Al Muqarrabin juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. 

Masjid ini berada di bawah pembinaan Muhammadiyah dan menjadi salah satu masjid percontohan di Indonesia.

“Alhamdulillah, pada tahun 2023 kami meraih juara empat tingkat nasional, dan pada tahun 2025 naik menjadi juara dua tingkat nasional untuk kategori masjid di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ungkap Amirudin.

Prestasi tersebut tidak lepas dari pengelolaan masjid yang profesional dan partisipasi aktif jamaah. 

Pendanaan operasional hingga pembangunan masjid sepenuhnya berasal dari partisipasi murni jamaah, tanpa ketergantungan pada pihak luar.

“Alhamdulillah semua dari jamaah. Ini murni partisipasi umat untuk pembangunan masjid ini," tegasnya.

Saat ini, pengelolaan Masjid Al Muqarrabin dijalankan oleh 13 orang pengurus takmir, yang bertanggung jawab atas kegiatan ibadah, sosial, hingga pendidikan keagamaan.

Dalam keseharian, masjid ini dikenal sangat hidup. Bahkan sebelum bulan Ramadan, jumlah jamaah salat Subuh terbilang tinggi.

“Untuk salat Subuh berjamaah, bisa sampai empat saf jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan sekitar dua sampai tiga saf setiap hari,” kata Amirudin.

Ramainya jamaah Subuh ini tidak lepas dari berbagai program unggulan yang dijalankan masjid. 

Sejak tahun 2023, Masjid Al Muqarrabin rutin menyediakan sarapan gratis setiap pagi bagi jamaah.

“Menu-nya macam-macam, ada nasi kuning, bubur, kue, dan lainnya. Kecuali hari Senin dan Kamis,” ujarnya.

Selain itu, terdapat program Subuh Menyala, yakni kajian dan ceramah keagamaan yang menghadirkan penceramah untuk membahas berbagai disiplin ilmu agama.

Memasuki bulan Ramadan, aktivitas masjid semakin padat. Selain salat berjamaah dan buka puasa bersama, Masjid Al Muqarrabin juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan.

Di antaranya diklat penyelenggaraan jenazah, kajian Ramadan, hingga program manasik haji gratis bagi calon jamaah haji.

“Untuk manasik haji ini gratis dan seluruh pembiayaannya diambil dari kas masjid,” jelas Amirudin.

Dengan sejarah panjang yang dimulai dari tanah wakaf sederhana hingga kini menjadi masjid megah dan berprestasi nasional.

Masjid Al Muqarrabin menjadi bukti nyata bahwa semangat wakaf, kebersamaan jamaah, dan pengelolaan yang baik mampu menghadirkan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Dari amatan Tribun Gorontalo di lapangan untuk lantai dasar itu dimanfaatkan sebagai lokasi berbuka puasa bersama, dimana terdapat kursi dan meja.

Kemudian di lokasi itu ada juga tempat air wudhu dan kamar mandi bagi jama ah serta terdapat tempat parkir sepeda motor.

Lalu jama ah akan menaiki tangga di bagian selatan, sebab tempat salat utama berada di bagian lantai dua.

Menariknya masjid ini dilengkapi dengan cctv di berbagai sudut masjid. Tepat di lantai dua terdapat layar televisi, ada juga kitab Al Quran dan berbagai buku keagamaan.

Masjid itu ditutup dengan kaca bening, setelah masuk di dalam, udara sejuk karena dilengkapi juga dengan ac membuat betah berada di dalam.

Terdapat colokan listrik untuk warga yang ingin mencarsh alat elektroniknya.

Atapnya terdapat struktur ala-ala masjid besar di Arab. Begitu juga dengan mimbar yang sangat indah.

Hari ke tujuh Ramadan ini, nampak banyak jamaah yang sedang istirahat, ada juga yang sedang membaca Al Quran dan salat sunnah.(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved