Cap Go Meh Gorontalo
Cap Go Meh Gorontalo Direstui Digelar di Jalan Raya, Catat Tanggalnya
Kabar gembira bagi warga Gorontalo, perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2026 mendapat restu untuk turun ke jalan raya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
Ringkasan Berita:
- Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2026 mendapat restu untuk turun ke jalan raya.
- Restu tersebut terungkap dalam prosesi mohon petunjuk lewat Caw Kong Kong
- Ritual Caw Kong Kong ini menjadi penanda penting bahwa perayaan Cap Go Meh di Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM - Kabar gembira bagi warga Gorontalo, perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2026 mendapat restu untuk turun ke jalan raya.
Restu tersebut terungkap dalam prosesi mohon petunjuk lewat Caw Kong Kong di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Jumat (20/2/2026).
Amatan wartawan TribunGorontalo.com, suasana khidmat menyelimuti Klenteng Tulus Harapan Kita yang terletak di Jalan S Parman, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Jumat siang.
Sejak pukul 11.00 Wita, umat Tionghoa mulai memadati area klenteng untuk mengikuti ritual persembahyangan Caw Kong Kong, sebuah penanda awal persiapan perayaan Cap Go Meh.
Caw Kong Kong atau Kongco (Gong Zu) adalah sebutan kehormatan untuk patung dewa-dewi, leluhur, atau tokoh suci yang disembah oleh masyarakat Tionghoa
Aroma dupa perlahan memenuhi ruang utama klenteng. Asap tipis mengepul ke udara, berpadu dengan lantunan doa yang dibacakan secara perlahan dan tertib.
Lilin-lilin merah besar menyala di altar, sementara sesaji berupa buah-buahan, kue tradisional, serta persembahan lainnya tersusun rapi di hadapan altar utama.
Prosesi berlangsung khusyuk, dipimpin langsung William Kolina Ceng It, Pimpinan Ritual.
William menjelaskan, persembahyangan Caw Kong Kong merupakan ritual sakral untuk menurunkan atau memohon petunjuk kepada dewa-dewa. Ritual itu menanyakan kesediaan dan izin pelaksanaan ritual Cap Go Meh untuk turun ke jalan.
“Pada hari ini, kami melaksanakan persembahyangan Caw Kong Kong turun, sekaligus prosesi untuk menanyakan apakah ritual Cap Go Meh bisa dilaksanakan turun ke jalan atau tidak," ujar William saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Ia mengaku hasilritual itu, Cap Go Meh diperbolehkan untuk dilaksanakan di jalan raya.
"Hasilnya, hari ini kami mendapatkan jawaban bahwa ritual Cap Go Meh boleh dilaksanakan,” bebernya.
Prosesi berlangsung cukup panjang. Setelah doa pembuka, dilanjutkan dengan pembacaan mantra dan ritual simbolik di altar utama.
Beberapa pengurus klenteng terlihat membantu menyiapkan perlengkapan ritual, sementara umat mengikuti dengan sikap tenang dan penuh hormat.
Tidak ada hiruk-pikuk, hanya suara doa, denting alat ritual, serta sesekali aba-aba dari pimpinan upacara.
William juga menegaskan bahwa ritual ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Tionghoa.
Dalam ritual tersebut, tidak hanya dibahas soal izin pelaksanaan Cap Go Meh, tetapi juga berbagai hal terkait kesiapan spiritual dan moral umat.
“Di dalam ritual ini juga ada doa-doa sebelum pembahasan, sebelum keg
iatan inti dimulai. Kami mendoakan banyak hal, bukan hanya untuk umat, tapi juga untuk daerah dan bangsa,” ungkapnya.
William menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan masih akan berlanjut hingga puncak perayaan Cap Go Meh.
Cap Go Meh Digelar 3 Maret 2026
Ia menjelaskan, mereka akan menggelar kembali persembahyangan kepada Tuhan sebagai bagian dari persiapan spiritual pada 23 Februari malam.
Sementara itu, William mengatakan puncak perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026.
“Persiapan sebelum Cap Go Meh masih ada. Tanggal 23 malam kita akan melaksanakan persembahyangan kepada Tuhan. Lalu tanggal 3 Maret itu adalah perayaan puncak Cap Go Meh,” jelasnya.
Dalam setiap doa yang dipanjatkan, kata William, selalu diselipkan harapan besar bagi daerah Gorontalo dan Indonesia secara umum.
Doa-doa tersebut mencakup kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, hingga keberkahan hasil alam.
“Kami tetap mendoakan agar Kota Gorontalo dan Provinsi Gorontalo ekonominya semakin baik. Panen melimpah, hasil laut tetap baik, sehingga perekonomian di Gorontalo bisa terus tumbuh dan masyarakat hidup sejahtera,” tuturnya.
Persembahyangan masih berlangsung hingga siang hari, Umat bergantian menyalakan dupa dan menyampaikan doa pribadi di altar.
Beberapa warga tampak duduk di halaman klenteng, menunggu prosesi selesai sambil berbincang pelan.
Suasana damai dan penuh toleransi terasa kuat di tengah kawasan permukiman yang heterogen.
Ritual Caw Kong Kong ini menjadi penanda penting bahwa perayaan Cap Go Meh di Gorontalo bukan hanya agenda budaya, tetapi juga peristiwa spiritual yang sarat makna.
Selain memperkuat identitas budaya Tionghoa, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang doa bersama bagi kebaikan daerah, bangsa, dan dunia.
Pelaksanaan ritual Cap Go Meh bisa turun ke jalan, umat Tionghoa di Gorontalo kini bersiap menyambut perayaan puncak dengan penuh syukur dan harapan baru di Tahun Imlek 2577 Kongzili. (*/Jefri)
| Sosok Rusli Cahyadi Mosi di Cap Go Meh Gorontalo, 7 Tahun jadi Tang Sin |
|
|---|
| Pedagang Pentolan di Gorontalo Ini Raup Omset Rp1 Juta di Malam Puncak Perayaan Cap Go Meh 2025 |
|
|---|
| Indri Pakaya Ajak Keluarga Liat Atraksi Barongsai di Perayaan Cap Go Meh Gorontalo |
|
|---|
| Cap Go Meh di Gorontalo Berlangung Meriah, UMKM Merasa Diuntungkan |
|
|---|
| Jalan Panjaitan Kota Gorontalo Ditutup Polisi Gara-gara Cap Go Meh |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.