Harga Elpiji
Harga Elpiji 3 Kg di Gorontalo Masih Rp18 Ribu, Benarkah Stok Aman?
Menjelang Ramadan, sejumlah warga di Gorontalo mengungkapkan harga elpiji 3 kilogram masih stabil di angka Rp 18 ribu per tabung.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-tabung-elpiji-3-kilogram-dan-Bright-Gas-55-kg.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Gorontalo mengaku harga elpiji 3 kg masih normal di angka Rp 18 ribu per tabung, meski Ramadan semakin dekat
- Harga ini berlaku sama di Kota Gorontalo maupun daerah Mongiilo Utara, Bone Bolango
- Meski harga tidak naik, ketersediaan di agen kadang langka sehingga warga harus mencari di tempat lain
- Agen elpiji memastikan stok aman dengan suplai rutin dan harga sesuai regulasi
TRIBUNGORONTALO.COM – Menjelang Ramadan, sejumlah warga di Gorontalo mengungkapkan harga elpiji 3 kilogram masih stabil di angka Rp 18 ribu per tabung.
Reflin Isa, warga Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, mengatakan harga elpiji yang ia beli tidak mengalami perubahan hingga saat ini.
Ia menyebut harga tersebut sudah berlaku sejak lama.
“Kalau saya beli biasanya Rp 18 ribu per tabung,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, meskipun Ramadan sudah di depan mata, agen tempat ia membeli tidak menaikkan harga.
“Kalau di saya normal, tidak ada agen yang kasih naik harga,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Sinta Manunge. Ia juga mengaku harga elpiji 3 kg yang dibelinya tetap Rp 18 ribu per tabung dan stabil.
Menariknya, harga tersebut sama antara Kota Gorontalo dan desanya di Mongiilo Utara, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya beraspal baik.
Meski harga normal, ia mengakui ketersediaan terkadang tidak selalu ada di satu agen.
“Biasanya kalau di agen tidak ada, cari di tempat lain,” imbuhnya.
Di tempat lain, menurutnya, harga bisa naik sekitar Rp 2 ribu.
Dalam pemakaian sehari-hari, satu tabung elpiji 3 kg di rumahnya bisa bertahan hingga satu bulan.
“Kalau jarang masak, biasa sampai sebulan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa elpiji hanya sebagai alternatif, karena di daerahnya masih banyak warga yang menggunakan tungku kayu bakar untuk memasak.