Harga Elpiji
Harga Elpiji 3 Kg di Gorontalo Masih Rp18 Ribu, Benarkah Stok Aman?
Menjelang Ramadan, sejumlah warga di Gorontalo mengungkapkan harga elpiji 3 kilogram masih stabil di angka Rp 18 ribu per tabung.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-tabung-elpiji-3-kilogram-dan-Bright-Gas-55-kg.jpg)
Dari sisi pembeli, harga memang stabil. Namun persoalan ketersediaan di beberapa titik masih menjadi catatan menjelang meningkatnya kebutuhan saat Ramadan.
Baca juga: Harga Pangan di Pasar Rakyat Hulawa Gorontalo, Cabai Rawit Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram
Agen batasi pembelian satu tabung per KK
Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan, agen elpiji 3 kilogram (kg) di Kota Gorontalo memastikan stok dalam kondisi aman dan harga tetap sesuai ketentuan.
Arlan Hippy, agen elpiji 3 kg di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, menyebut setiap minggu dirinya menerima suplai dua kali, masing-masing 40 tabung.
Terkait harga jual, ia menegaskan tetap mengikuti regulasi.
“Harga jual ke masyarakat Rp 18 ribu, sudah sesuai regulasi,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Pelayanan di pangkalannya dikhususkan bagi masyarakat sekitar Kelurahan Tomulabutao dan Kelurahan Dulalowo. Dengan sistem tersebut, ia memastikan tidak terjadi antrean panjang.
Ia juga mengakui adanya praktik pembelian di luar agen resmi yang bisa menyebabkan harga lebih tinggi di pasaran. Namun di pangkalannya, harga tetap sama.
Arlan mengungkapkan, sejak menjadi agen pada 2006, harga jual saat itu Rp 15 ribu dan kini menjadi Rp 18 ribu.
Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan menjelang puasa, ia memberlakukan pembatasan pembelian.
“Kalau sekarang kita batasi, ya hanya satu tabung per KK,” jelasnya.
Sebelumnya, menurut dia, ada warga yang meminta lebih dari satu tabung ketika stok masih banyak.
“Awalnya memang sebelum puasa ada yang minta 2–3 tabung karena stok banyak,” ujarnya.
Kini aturan diperketat, setiap kepala keluarga (KK) hanya diperbolehkan membeli satu tabung untuk mencegah kelangkaan.
Arlan juga menegaskan tidak ada pembeli ilegal yang mengambil stok di pangkalannya untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
Dari sisi agen, pembatasan ini menjadi strategi menjaga kestabilan distribusi agar masyarakat tetap mendapatkan elpiji dengan harga sesuai regulasi selama Ramadan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)