Operasi Patuh Otanaha 2026
Mobil Rental “Cosplay” Jadi Truk, Bagasi Tak Bisa Ditutup, Nyaris Ditilang Polisi
Sebuah mobil rental nyaris ditilang petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota setelah kedapatan membawa
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/OPERASI-KESELAMATAN-OTANAHA-Polisi-dapati-kenderaan-roda-empat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Satlantas Polresta Gorontalo Kota menghentikan mobil rental yang membawa muatan berlebih saat Operasi Keselamatan Otanaha 2026.
- Barang bawaan memenuhi bagian belakang kendaraan hingga bagasi tidak bisa ditutup dan dinilai berpotensi membahayakan.
- Polisi tidak menilang pengemudi, namun memberikan teguran dan meminta muatan ditata ulang sesuai kapasitas kendaraan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebuah mobil rental nyaris ditilang petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota setelah kedapatan membawa muatan berlebih hingga bagasi kendaraan tidak dapat ditutup rapat.
Peristiwa itu terjadi saat Operasi Keselamatan Otanaha 2026 digelar di Jalan Prof. HB Jassin, Kota Gorontalo, Selasa (10/2/2026).
Mobil Toyota berwarna hitam tersebut dihentikan petugas karena selain mengangkut penumpang, kendaraan juga dipenuhi sejumlah barang di bagian belakang yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Saat pemeriksaan berlangsung, petugas meminta sopir menurunkan seluruh barang bawaan dari dalam kendaraan.
Beberapa barang seperti tas berwarna kuning dan sejumlah bawaan lain kemudian diletakkan di tepi jalan untuk diperiksa dan ditata ulang.
Baca juga: Tunggakan Pajak Kendaraan Bisa Dihapus, Warga Gorontalo Hanya Bayar Mulai 2024
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota, Agus Priono Adada, turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dan muatan yang dibawa.
“Atur dulu barangnya, jangan overload. Ini berbahaya, bisa membahayakan pengemudi sendiri dan pengguna jalan lain,” ujar Agus di lokasi operasi.
Keberadaan kendaraan yang sarat muatan itu sempat menarik perhatian pengendara lain yang melintas.
Meski demikian, arus lalu lintas tetap berjalan lancar karena petugas sigap melakukan pengaturan kendaraan di sekitar lokasi pemeriksaan.
Setelah dilakukan pengecekan, polisi memutuskan tidak memberikan sanksi tilang kepada pengemudi.
Petugas hanya memberikan teguran dan meminta sopir menyesuaikan muatan sesuai kapasitas kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.
Bahkan, petugas terlihat membantu sopir menata kembali barang bawaan agar dapat dimasukkan dengan aman dan tidak melebihi daya angkut kendaraan.
Agus menjelaskan, pendekatan yang dilakukan dalam penanganan tersebut lebih mengedepankan edukasi kepada pengendara.
Baca juga: Libur atau Tetap Belajar di Bulan Ramadan? Ini Kata Orang Tua Murid di Gorontalo
Hal itu karena pengemudi diketahui memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku.
“Kami lebih mengedepankan edukasi. Karena pengemudi memiliki SIM dan STNK, maka cukup diberikan teguran. Tapi muatannya harus dimasukkan dan diatur sesuai peruntukan kendaraan, tidak boleh overload,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan kendaraan yang tidak sesuai kapasitas dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Operasi yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Otanaha 2026 yang saat ini berlangsung di wilayah Kota Gorontalo.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 2 Februari hingga 16 Februari 2026.
Selama operasi, petugas tidak hanya menyasar kendaraan bermuatan berlebih, tetapi juga berbagai pelanggaran lain, khususnya pada kendaraan roda dua.
Pelanggaran yang ditemukan di antaranya penggunaan pelat nomor tidak sesuai standar, pengendara yang tidak memiliki SIM, serta pengendara yang tidak membawa STNK.
“Hingga saat ini, kurang lebih sudah ada sekitar 45 kendaraan yang kami amankan,” ungkap Agus.
Meski operasi berlangsung di tengah hujan gerimis dan kondisi jalan basah, kegiatan tetap berjalan tertib.
Pengendara yang melintas terlihat kooperatif saat dihentikan dan diminta menunjukkan kelengkapan surat kendaraan.
Melalui Operasi Keselamatan Otanaha 2026, Satlantas Polresta Gorontalo Kota berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat terus meningkat serta menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta menggunakan kendaraan sesuai peruntukannya,” tutup Agus. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.