Minggu, 8 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

4 Desa di Gorontalo Utara Disiapkan Jadi Rantai Industri Ayam Terintegrasi Nasional

Empat desa di Kabupaten Gorontalo Utara mulai disiapkan menjadi kawasan pengembangan industri peternakan ayam berbasis sistem terintegrasi modern.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 4 Desa di Gorontalo Utara Disiapkan Jadi Rantai Industri Ayam Terintegrasi Nasional
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
FOTO ILUSTRASI AYAM KAMPUNG-- Iswan T Pikoli, peternak ayam kampung ditemui Tribun Gorontalo di kandang miliknya di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). HILIRISASI -- Pemprov Gorontalo memulai awal hilirisasi ayam nasional di Gorut pada Jumat (6/2/2026). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Empat desa di Kabupaten Gorontalo Utara mulai disiapkan menjadi kawasan pengembangan industri peternakan ayam berbasis sistem terintegrasi modern.

Pengembangan kawasan tersebut mencakup Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek; Desa Motilhelumo, Kecamatan Sumalata Timur; Desa Putiana, Kecamatan Anggrek; serta Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito.

Masing-masing wilayah dirancang memiliki fungsi berbeda dalam satu rantai industri peternakan ayam dari hulu hingga hilir.

Desa Tolongio disiapkan sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan dengan luas lahan sekitar lima hektare.

Sementara Desa Motilhelumo akan dikembangkan sebagai kawasan pullet dengan luas kurang lebih tiga hektare.

Baca juga: Gorontalo Masuk Tahap Awal Hilirisasi Ayam Nasional, Groundbreaking Dilakukan Wagub Idah Syahidah

Pengembangan lainnya berada di Desa Dambalo yang akan difungsikan sebagai kawasan PS layer dengan luas sekitar 10 hektare.

Sedangkan Desa Putiana direncanakan menjadi lokasi pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas penyimpanan berpendingin dengan luas sekitar 2,5 hektare.

Seluruh kawasan tersebut dirancang saling terhubung dalam satu sistem produksi peternakan ayam modern yang berkelanjutan.

Bagian dari Program Hilirisasi Nasional

Pengembangan kawasan peternakan terintegrasi tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi industri ayam nasional yang diinisiasi Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.

Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang dilibatkan dalam pelaksanaan tahap awal program bersama lima provinsi lainnya di Indonesia.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, menyampaikan bahwa pemilihan Gorontalo dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan wilayah serta potensi pengembangan peternakan.

“Gorontalo menjadi salah satu lokasi yang dipilih langsung oleh Bapak Menteri Pertanian untuk pelaksanaan ground breaking tahap awal. Ini menjadi kebanggaan bersama atas seluruh persiapan yang telah dilakukan dalam waktu relatif singkat,” ujar Hendra.

Ia menilai kondisi alam Gorontalo Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan dan pertanian terintegrasi.

“Lokasi ini tidak kalah dengan kawasan peternakan di luar negeri seperti Belanda, Jepang, maupun Australia. Bahkan dari sisi kealamian dan keindahan, Gorontalo Utara memiliki keunggulan tersendiri,” tambahnya.

Penanda Dimulainya Pembangunan Kawasan

Dimulainya pengembangan kawasan tersebut ditandai dengan kegiatan ground breaking yang dipusatkan di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Jumat (6/2/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved