Kebakaran Gorontalo
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Bone Raya, Delapan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Satu unit rumah warga di Desa Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, ludes terbakar pada Selasa (27/1/2026) siang, menyebabkan seluruh harta
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Satu-unit-rumah-warga-di-Desa-Tombulilato-Kecamatan-Bone-Raya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Satu unit rumah warga di Desa Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, hangus terbakar pada Selasa (27/1/2026) siang.
- Kebakaran terjadi saat rumah dalam kondisi kosong, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa, namun seluruh harta benda penghuni tidak terselamatkan.
- Dugaan sementara, api dipicu oleh arus pendek listrik, sementara para korban kini mengungsi dan menunggu bantuan pemerintah.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Bone Bolango.
Satu unit rumah warga di Desa Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, ludes terbakar pada Selasa (27/1/2026) siang, menyebabkan seluruh harta benda milik penghuni tak terselamatkan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 Wita. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan rumah yang saat kejadian dalam kondisi kosong karena seluruh penghuninya sedang berada di luar.
Pelaksana Tugas Camat Bone Raya, Hamid Datau, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Namun, seluruh penghuni rumah kini harus mengungsi dan menumpang sementara di rumah warga sekitar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi korban kehilangan seluruh harta benda. Sekarang mereka mengungsi di rumah tetangga, benar-benar tinggal baju di badan,” ujar Hamid saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Kronologi Warga Pohuwato Gorontalo Mengaku Tertipu Arisan, Lapor Polisi Dana Tak Bisa Dicairkan
Hamid menjelaskan, satu rumah tersebut dihuni sekitar 10 orang yang terdiri dari anak-anak hingga anggota keluarga lainnya.
Akibat kebakaran, mereka kehilangan tempat tinggal dan seluruh kebutuhan pokok.
Terkait penyebab kebakaran, Hamid menyebutkan hingga kini belum ada kepastian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, khususnya di bagian belakang rumah.
“Kalau dari tabung LPG kecil kemungkinan, karena menurut pemilik rumah sebelum keluar sudah memastikan dapur dalam kondisi aman. Dugaan sementara ada arus pendek listrik di belakang rumah, karena terdapat kabel di area tersebut,” jelasnya.
Lokasi rumah yang terbakar diketahui tidak berada di kawasan padat penduduk. Bangunan berdiri terpisah dari rumah warga lain, sehingga api tidak sempat merembet ke bangunan sekitar.
Proses pemadaman dilakukan secara manual oleh warga setempat dengan peralatan seadanya, mengingat tidak tersedianya unit pemadam di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango, Achril Babyonggo, dalam laporan resminya menyebutkan kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah beserta seluruh isinya.
Sejumlah barang berharga dilaporkan ikut terbakar, di antaranya satu unit sepeda motor, enam unit telepon genggam, dokumen penting seperti sertifikat, ijazah, dan berkas kependudukan, serta perhiasan emas berupa cincin dan anting seberat sekitar dua gram.
Baca juga: Pemerintah Serahkan Aset Eks Perusahaan Bermasalah ke Antam dan Perhutani
Selain itu, emas mentah dan uang tunai sekitar Rp12 juta juga dilaporkan hangus dan masih dalam proses pendataan.
BPBD mencatat, kebakaran ini berdampak pada tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa, yakni Udin Manangkari (43), Olis Kadingo (41), Andika Manangkari (8), Ismail Manangkari (7), Sardin Kadingo (43), Bela Yahya (24), Rian Usman (21), dan Aira Usman (2).
Dalam kronologi kejadian, api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Rustam Makjun, yang melihat kobaran api berasal dari area dapur rumah korban.
Ia kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk memadamkan api secara gotong royong.
Aparat kepolisian bersama tim Inafis Polres Bone Bolango telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Penanganan di lokasi juga melibatkan unsur Polri dan Tagana, sementara BPBD serta Dinas Sosial melakukan koordinasi untuk penyaluran bantuan.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memastikan bantuan bagi korban akan segera disalurkan.
Bantuan tersebut rencananya akan diserahkan langsung oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat meninjau lokasi kebakaran. Kunjungan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan agenda peresmian SDN 1 Bone Raya.
Di akhir keterangannya, Hamid Datau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah pesisir.
“Cuaca sekarang cepat berubah, angin juga cukup kencang. Kami harap masyarakat memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga aman sebelum meninggalkan rumah,” pungkasnya.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.