PEMPROV GORONTALO
Idah Syahidah Dorong Transformasi Birokrasi, ASN Gorontalo Diminta Tinggalkan Ego Sektoral
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Wakil-Gubernur-Gorontalo-Idah-Syahidah-saat-apel-perdana.jpg)
Ringkasan Berita:
- Idah menegaskan apel perdana menjadi titik kebangkitan semangat baru ASN pasca libur panjang
- Kehadiran ASN tidak boleh sebatas administratif, melainkan harus mencerminkan tanggung jawab sebagai pelayan publik dengan disiplin
- Pemprov Gorontalo tengah menyiapkan penataan SOTK baru agar relevan dengan tantangan ekonomi digital
TRIBUNGORONTALO.COM – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Gorontalo pascalibur Natal dan Tahun Baru.
Apel tersebut digelar di Halaman UPTD Museum Purbakala Gorontalo, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Idah menegaskan bahwa apel ini menjadi momentum awal masuk kerja sekaligus titik kebangkitan semangat baru bagi ASN setelah melewati masa libur panjang.
Ia menyampaikan bahwa tahun baru harus dimaknai sebagai kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan pencapaian target di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Bagaimana kita mengupayakan menjadi lebih baik lagi dibanding tahun 2025,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Gorontalo itu menekankan bahwa kehadiran ASN di kantor tidak boleh hanya sebatas administratif atau sekadar absen. Menurutnya, setiap ASN memikul tanggung jawab besar sebagai pelayan publik.
“Kita bukan sekadar pekerja yang datang, absen, lalu pulang. Kita memegang amanah dari jutaan rakyat Gorontalo,” tegasnya.
Idah mengingatkan bahwa pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka kalender, melainkan harus diikuti dengan kemampuan pemerintah menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan dan kinerja birokrasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov Gorontalo tengah menyusun transformasi besar dalam tata kelola pemerintahan, termasuk penataan dan penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Baca juga: Breaking News: Bocah SMP Tewas usai Terseret Arus Sungai Paguyaman Gorontalo
“Keselarasan antara Gubernur dan Wakil Gubernur, Alhamdulillah saya bisa menyesuaikan diri menjelang hampir satu tahun masa kepemimpinan,” ungkapnya.
Karena Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berhalangan hadir, Idah menyampaikan pesan dan resolusi pemerintah untuk beberapa tahun ke depan. Salah satu fokus utama adalah adaptasi terhadap SOTK yang baru.
“Struktur organisasi yang lama sudah tidak relevan dengan tantangan ekonomi digital dan perubahan iklim saat ini,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Program dan kegiatan kita harus selaras dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Istri mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu juga menegaskan agar tidak ada lagi ego sektoral antar-OPD. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam waktu dekat, pimpinan OPD akan diisi oleh figur-figur baru yang ditetapkan berdasarkan hasil manajemen talenta, dengan penekanan kuat pada integritas.