Korban Sungai Paguyaman
Identitas Siswa SMP Tewas Terseret Arus Sungai Paguyaman Gorontalo, Begini Kondisinya Ditemukan
Sungai Paguyaman dalam sehari merenggut tiga korban jiwa. Meski dua belum ditemukan, namun baru-baru ini seorang lelaki jadi korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SUNGAI-Bendung-Paguyaman-yang-membendung-Sungai-Paguyaman.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sungai Paguyaman kembali menelan korban jiwa, kali ini seorang bocah SMP bernama Abdulrahman Pengo yang terseret arus deras saat mandi dan bermain di sungai tersebut.
- Meski sempat ditahan oleh temannya, derasnya aliran air kiriman dari pegunungan membuat korban terlepas dan akhirnya ditemukan meninggal dunia tersangkut di kayu.
- Basarnas Gorontalo membenarkan kejadian ini dan mengingatkan bahwa hujan berintensitas tinggi memicu kenaikan debit sungai secara mendadak di wilayah Paguyaman.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sungai Paguyaman dalam sehari merenggut tiga korban jiwa.
Meski dua belum ditemukan, namun baru-baru ini seorang lelaki jadi korban.
Seorang bocah siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, jadi korban.
Tak ada yang menduga jika arus Sungai Paguyaman yang tenang siang tadi justru merenggung nyawanya.
Kronologi diceritakan Windi Mohi, tetangga korban yang kebetulan tahu betul cerita sebenarnya.
Windi saat dihubungi TribunGorontalo.com menceritakan, korban bernama Abdulrahman Pengo.
Usia Abdul sekitar 12-13 tahun, sebab ia duduk di kelas 1 SMP. Informasi detilnya memang terbatas dipublikasi.
Namun Windi menceritakan, jika permukiman warga Desa Sosial ini dekat dengan Sungai Paguyaman.
Termasuk kediaman korban berada dekat dengan sungai terbesar di Gorontalo ini.
Nahas, saat mandi dan bermain dengan kawan-kawannya, korban terbawa arus air yang menguat tiba-tiba dari atas pegunungan.
“(Dia) Mencoba ketinggian air seperti apa, tapi tiba-tiba ada arus besar dari arah pegunungan, akhirnya terseret,” jelasnya.
Warga menyebut, korban sempat berusaha diselamatkan oleh temannya yang mencoba menahan tubuh korban.
Namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal.
“Sebenarnya korban masih sempat ditahan oleh temannya, hanya karena arus terlalu deras akhirnya pegangan itu terlepas,” ungkap Windi.
Korban kemudian terseret arus sungai cukup jauh dari lokasi awal ia bermain.
Pihak keluarga bersama warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyisir beberapa titik aliran sungai yang sama.
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan tersangkut di kayu, dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” katanya.
Sementara itu, Kasi OPS Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Halidin La Bidin, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyebut korban telah ditemukan sebelum laporan resmi masuk ke pihak Basarnas.
“Iya pak. Sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Halidin menjelaskan, karena korban sudah lebih dulu ditemukan oleh warga dan keluarga, proses pelaporan tidak dilanjutkan.
“Karena sudah ditemukan jadi tidak dilanjutkan laporannya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca di wilayah Paguyaman memang sedang tidak bersahabat.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
“Keadiannya begitu cepat, hujan di kawasan Paguyaman memang banyak yang banjir,” pungkasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.