Mahasiswa Unima Meninggal
Mahasiswi Unima Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Kos Tomohon, Polisi Lakukan Penyelidikan
Saat ditemukan ia dalam kondisi tidak wajar di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POTRET-Evia-Maria-saat-masih-hidup-dan-adiknya-yang-menangis.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) bernama Evia Maria ditemukan meninggal dunia di sebuah indekost di Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa (30/12/2025).
- Penemuan jasad korban pertama kali diketahui pemilik kos setelah menerima laporan dari penghuni lain, lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.
- Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan keluarga menyetujui dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
TRIBUNGORONTALO.COM — Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) ditemukan meninggal dunia.
Saat ditemukan ia dalam kondisi tidak wajar di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (30/12/2025) pagi.
Korban diketahui bernama Maria Antoineta Evia Mangolo atau Evia Maria, mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima.
Informasi awal dari kepolisian menyebutkan, jasad Evia pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita.
Penemunya adalah pemilik kos setelah mendapat laporan dari penghuni lain.
Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di depan pintu kamar kos.
Baca juga: Terungkap Pelaku Penikaman di Cafe Starlight, Bukan Warga Gorontalo
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kelurahan dan diteruskan ke Polsek Tomohon Tengah untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan bersama tim identifikasi Polres Tomohon langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kematian korban dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi indekost.
Kematian Evia Maria sontak menghebohkan warga Sulawesi Utara, terlebih setelah beredar informasi adanya surat.
Isi surat itu rupanya ditujukan kepada Dekan FIPP Unima yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.
Surat tersebut berisi pengakuan terkait dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang melibatkan oknum dosen di lingkungan kampus.
Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait isi surat tersebut dan kaitannya dengan kematian korban.
Jenazah Evia Maria sempat disemayamkan di rumah keluarga di Minahasa Utara.