Berita Gorontalo
Cerita Dua Siswa PKS Gorontalo Jaga Lalu Lintas di Kawasan Kampus UNG Jelang Pergantian Tahun
Sejumlah siswa Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tampak berjaga dan membantu pengaturan lalu lintas di Posko Pengamanan kawasan Kampus Satu UNG
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANGGOTA-PKS-Dua-anggota-PKS-Nataru-Rafly-Ahmad-S-Duda-siswa-kelas.jpg)
Momen paling berkesan baginya terjadi saat pelantikan. Rafly mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan yang mendapat dukungan langsung dari orang tua.
“Itu pengalaman yang sangat berkesan buat saya,” katanya.
Setelah resmi menjadi anggota PKS, Rafly mulai terlibat dalam pengamanan, termasuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Bagi dia pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran.
“Kami jadi tahu tugas polisi di pos itu seperti apa. Ternyata tidak mudah, tapi sangat penting,” ujarnya.
Berbeda dengan Rafly, ketertarikan Fatmawati terhadap PKS sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku SMP.
Ia pertama kali melihat atraksi PKS saat masa pengenalan sekolah.
“Saya lihat mereka turun bersama polisi, kelihatan gagah. Dari situ saya ingin ikut PKS,” ujar Fatmawati.
Keinginan tersebut baru terwujud saat ia duduk di bangku sekolah menengah.
Fatmawati mengikuti seleksi dan pengkaderan hingga akhirnya resmi menjadi anggota PKS.
Turun langsung ke jalan menjadi pengalaman yang cukup menegangkan baginya.
Ia mengaku sempat merasa takut saat harus berdiri di tengah kepadatan kendaraan, terutama di kawasan kampus.
“Awalnya saya takut karena kendaraan banyak sekali. Saya bingung kendaraan mana yang harus dihentikan,” katanya.
Namun seiring waktu, rasa takut itu berkurang setelah mendapat arahan langsung dari personel Polantas dan bimbingan senior PKS.
“Pelan-pelan saya mulai paham cara mengambil posisi dan memberi isyarat ke pengendara,” ujarnya.