Tahun Baru Gorontalo 2026
Tahun Baru 2026 di Gorontalo tidak akan ada pesta kembang api karena larangan resmi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Mabes Polri tidak akan mengeluarkan izin untuk perayaan kembang api secara resmi pada Rabu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Salma-Ahmad-penjual-kembang-api-di-kawasan-Kota-Tua.jpg)
Ucon memang bukan pedagang harian. Mata pencaharian utamanya adalah tukang kayu, kadang juga driver bentor, pekerjaan yang selama ini menghidupi tiga anaknya.
Anak sulung sudah bekerja, anak kedua masih duduk di bangku SMP, sementara si bungsu kelas 5 SD.
“Yang penting mereka tetap sekolah,” katanya mantap.
Setiap akhir tahun, Ucon berganti peran. Ia menjual kembang api dengan modal awal Rp10 juta, modal yang menurutnya selalu dimulai dengan nekat.
“Tapi karena sudah 10 tahun, sudah bisa kira-kira hasilnya bagaimana,” ujarnya.
Keinginannya sederhana: modal kembali, lalu untung sedikit pun tak apa. Harga dagangannya bervariasi, dari yang kecil Rp5 ribu hingga kembang api jumbo seharga Rp850 ribu.
“Biasanya bos-bos yang beli yang mahal. Setahun sekali tidak apa-apa,” selorohnya. (*)