Minggu, 15 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Hamzah Idrus Sebut Gorontalo Islamic Center Bakal Picu Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC) di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, kembali mendapat dukungan.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Hamzah Idrus Sebut Gorontalo Islamic Center Bakal Picu Pertumbuhan Ekonomi
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
GORONTALO ISLAMIC CENTER -- Anggota DPRD Gorontalo, Hamzah Idrus, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (12/12/2025). Hamzah memberikan pandangannya atas pembangunan Gorontalo Islamic Center. 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan GIC dinilai akan membawa dampak positif langsung bagi masyarakat sekitar
  • GIC terletak di jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR), menjadikannya sangat strategis
  • GIC berpotensi besar menjadi ikon baru bagi daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC) di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, kembali mendapat dukungan.

Kali ini dukungan datang dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, yang menilai proyek tersebut akan membawa dampak besar bagi masyarakat.

Sebagai legislator dari dapil Bone Bolango, Hamzah menyampaikan pandangannya usai menghadiri groundbreaking GIC.

Menurutnya, kehadiran pusat kegiatan keagamaan dan sosial berskala besar itu merupakan peluang besar bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan GIC bukan hanya menghadirkan bangunan megah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup warga.

“Atas pembangunan ini, dampak yang paling terasa minimal pendidikan agama akan lebih dekat, serta akan tumbuh perekonomian baru seperti UMKM di sini,” ujarnya.

Politisi PKS ini juga menyoroti penentuan lokasi GIC yang berada tepat di jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya strategis, tetapi juga menjadi simpul pergerakan tiga wilayah.

“Lokasinya sangat strategis, berada di simpang tiga daerah: Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango,” jelasnya.

Hamzah menambahkan, posisi itu membuat GIC mudah diakses dan berpotensi besar menjadi poros baru perkembangan wilayah.

“Saya kira ini titik yang pas, karena berada di jalur pintu keluar masuk Gorontalo,” katanya.

Meski berdiri di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Hamzah menegaskan bahwa GIC bukanlah milik satu daerah saja, melainkan milik seluruh masyarakat Gorontalo.

Baca juga: Nama-nama 9 Mahasiswa Gorontalo Diskors Buntut Kasus Kematian Jeksen Mapala

“Meskipun titik lokasi ada di Bone Bolango, GIC adalah milik seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kehadiran GIC akan menggeser ikon-ikon Islam yang sudah lebih dulu ada di daerah lain.

“Saya kira tidak, karena jaraknya jauh. Dari segi nama juga berbeda, begitu pula dengan peruntukannya,” ujarnya.

Dengan masih mengandalkan pendanaan berbasis infak, Hamzah mendorong masyarakat agar ikut berkontribusi menyukseskan pembangunan GIC.

“Kita berharap semua bahu-membahu memberikan sedekah infak untuk pembangunan, agar GIC ini sukses terwujud,” serunya.

Menurut Hamzah, GIC memiliki potensi besar menjadi ikon baru Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan julukan Serambi Madinah. 

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail resmi meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Raya Gorontalo, Jumat (12/12/2025).

Peletakan batu pertama ini menjadi momentum bersejarah yang menandai dimulainya pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC), salah satu proyek keagamaan terbesar di Provinsi Gorontalo.

Acara berlangsung khidmat di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, lokasi yang telah ditetapkan melalui musyawarah adat Uduluwo Limo Lo Pohalaa.

Sejak subuh, kawasan tersebut dipadati tamu undangan yang mayoritas mengenakan pakaian hitam putih. Sekitar pukul 05.45 Wita, prosesi adat Momayango dilaksanakan oleh para pemangku adat sebagai tanda pembuka peletakan batu pertama.

Ritual ini menjadi penanda bahwa pembangunan Masjid Raya dimulai sesuai ketentuan adat dan waktu yang telah ditetapkan, yakni 21 Jumadil Akhir 1447 H.

Usai prosesi adat, Gubernur Gusnar Ismail tampil sebagai tokoh pertama yang melakukan peletakan batu. Aksi tersebut kemudian diikuti Wakil Gubernur Idah Syahidah, Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo Nani Mokodongan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, serta Bupati Bone Bolango Ismet Mile.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan salawat yang semakin menambah kekhidmatan suasana pagi tadi.

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved