Gorontalo Islamic Center
Gusnar Ismail Akui APBD tak Mampu Biayai Gorontalo Islamic Center, Berharap Donasi Internasional
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengakui bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Gorontalo tak dapat
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GIC-Gubernur-tak-bakal-gunakan-APBD-untuk-Gorontalo-Islamic-Center-GIC.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengakui bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Gorontalo tak dapat mengakomodir pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC).
Hal itu ia ungkapkan dalam agenda sakral peletakan batu pertama pembangunan GIC di kawasan Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (12/12/2025).
"Kalau APBD pertama pasti tidak mampu. Kemudian APBD tidak diperuntukkan untuk hal-hal seperti ini," ungkapnya.
Meski begitu, Gusnar menegaskan bahwa jalur pendanaan melalui hibah tetap terbuka.
"Namun kalau ada hibah dari APBD itu pasti bisa," tambahnya.
Baca juga: Desa Talulobutu Bone Bolango jadi Lokasi Pembangunan Masjid Raya Islamic Center Gorontalo
Saat ini, yayasan telah merampungkan pembebasan lahan seluas 1,6 hektar untuk area inti dan akses masuk.
Lahan tersebut dibeli menggunakan Rp 2 miliar dari total Rp 3,2 miliar dana awal yang sudah terkumpul.
Sementara itu, penyusunan detail engineering design (DED) masih berlangsung untuk menentukan kebutuhan anggaran keseluruhan.
Gusnar menegaskan bahwa kontribusi internasional sangat mungkin masuk dan justru bisa mempercepat pembangunan.
"Kalau ada donasi dari mana saja, termasuk dari luar negeri, termasuk juga yang diproyeksikan kita mencari donasi dari negara Timur Tengah bisa saja, kalau itu jadi malah lebih cepat," jelasnya.
Selain soal anggaran, Gusnar juga memaparkan alasan pemilihan lokasi GIC.
Ia menilai kawasan Talulobutu Selatan berada pada titik strategis di jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR), yang menghubungkan tiga daerah.
"Di sini ada Desa Talulobutu (Bone Bolango), di sebelahnya ada Kelurahan Sipatana (Kota Gorontalo) dan di sebelah Kabupaten Gorontalo ada Desa Pilohayanga," tuturnya.
Menurutnya, pembangunan di titik temu tiga wilayah ini memungkinkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, hingga perdagangan.
"Tapi yang paling penting tadi itu, pengembangan wilayah agar supaya semua berkembang bersama di sini," ujarnya.
(*)