Islamic Center Gorontalo
Fix! Ini Lokasi Pembangunan Islamic Center Gorontalo, Disebut Segitiga Emas oleh Gubernur Gusnar
Rencana pembangunan Masjid Raya Islamic Center Gorontalo kini resmi memasuki tahap final per Desember 2025 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1322023_islamic-center-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Rencana pembangunan Masjid Raya Islamic Center Gorontalo kini resmi memasuki tahap final per Desember 2025 ini.
Finalisasi dilakukan setelah pemerintah menetapkan lokasi dan hari peletakan batu pertama.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa masjid raya tersebut akan dibangun di kawasan segitiga emas.
Tepatnya lokasi lokasi pusat kegiatan islam itu di Desa Talulobutu, Kabupaten Bone Bolango.
Baca juga: Ingat Suami Tikam Istri di Gorontalo Utara? Tiga Bulan Berlalu, Pelaku Belum Ditemukan Polisi
Gusnar menyebut area ini strategis yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gorontalo dan dekat dengan wilayah Sipatana, Kota Gorontalo.
Penegasan lokasi ini sebelumnya disampaikan Gusnar saat menghadiri Musyawarah Wilayah PKB di Grand Q Hotel, Sabtu (6/12/2025).
Ia menekankan bahwa Gorontalo selama ini belum memiliki masjid raya berskala provinsi yang mampu menjadi pusat aktivitas keagamaan.
Karena itu pembangunan Islamic Center menjadi kebutuhan penting daerah.
Groundbreaking Ditentukan lewat Adat Momayango
Kepastian hari pelaksanaan groundbreaking ditetapkan melalui prosesi adat Momayango di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (9/12/2025).
Dari hasil musyawarah adat Uduluwo Limo Lo Pohalaa, disepakati bahwa peletakan batu pertama akan digelar pada Jumat, 12 Desember 2025 atau 21 Jumadil Akhir 1447 H pukul 06.00 WITA.
Rangkaian Momayango diawali dengan ritual mopobulito dan bate lo limutu, kemudian dilanjutkan ke mopomaklumu.
Penetapan adat ditandai dengan pengambilan pola ukuran oleh Gubernur Gusnar Ismail sebagai Tauwa Lolipu, didampingi Ketua TP PKK Nani Ismail Mokodongan.
Pembangunan Mengandalkan Infak Masyarakat
Gusnar menyebut pembangunan Masjid Raya Islamic Center sepenuhnya akan bertumpu pada infak masyarakat, tanpa target nominal tertentu.
Pemerintah hanya mengimbau masyarakat berpartisipasi karena sifatnya sukarela.
“Infak bukan urusan gubernur. Kami hanya mengajak masyarakat mendukung pembangunan masjid raya ini,” ujar Gusnar.