Pemkab Pohuwato
Bupati Pohuwato Sebut Cetak Sawah Jadi Langkah Strategis Ketahanan Pangan Gorontalo
Pemerintah Kabupaten Pohuwato menegaskan bahwa program percetakan sawah baru di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERCETAKAN-SAWAH-Bupati-Pohuwato-Saiful-Mbuinga-turut-sambut-kedatangan-Gubernur-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Pohuwato menegaskan bahwa program percetakan sawah baru di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan menjadi salah satu langkah paling strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pohuwato, Saiful Mbuinga, pada kegiatan ground breaking yang turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan jajaran Forkopimda, Senin (8/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Saiful menyebut dirinya dan Gubernur memiliki latar belakang pendidikan pertanian, yang membuat keduanya memahami secara teknis urgensi program tersebut.
“Ada yang menyampaikan kepada kami, sekiranya Pak Gubernur Gusnar tidak memilih jalur politik, kemungkinan beliau sudah memimpin salah satu lembaga pertanian tingkat nasional,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan bahwa kerja-kerja teknis di lapangan juga dikawal oleh pihak yang memahami sektor pertanian, sehingga proses pencetakan sawah dapat berjalan sesuai standar.
Bupati menegaskan bahwa cetak sawah Manunggal Karya merupakan kebijakan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Program ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Pohuwato, kata Bupati, memiliki potensi lahan yang luas. Potensi itu semakin kuat dengan keberadaan Bendungan Randangan yang mampu mengairi kurang lebih 9.000 hektare lahan pertanian.
Bantuan untuk Petani Mulai Benih hingga Alsintan
Melalui program ini, pemerintah menyiapkan berbagai bantuan bagi petani, mulai dari benih padi, saprodi, pupuk urea, pupuk NPK Ponska, hingga alsintan prapanen dan pascapanen.
“Bantuan-bantuan tersebut sudah berada di Provinsi Gorontalo dan sementara dalam persiapan pengiriman untuk 10.000 hektare,” jelas Bupati.
Tahap pertama cetak sawah seluas 1.000 hektare juga disebut sudah lama ditunggu masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Bapak Gubernur didampingi pejabat tinggi dari berbagai unsur berada di tengah-tengah kita,” ujarnya.
Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja sama dengan TNI, pemerintah provinsi, kelompok tani, dan masyarakat agar program ini tepat waktu, tepat sasaran, dan memberi manfaat luas.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BWS II atas lanjutan pembangunan irigasi Randangan yang menjadi syarat utama keberhasilan cetak sawah.
Danrem 133/Wira Pratama, Brigjen TNI Hardo Sihotang, menegaskan bahwa cetak sawah bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi membangun fondasi kemandirian pangan Gorontalo.