Pelecehan Siswi di Gorontalo
Polda Gorontalo Dalami Laporan Dugaan Pelecehan Siswi oleh Wakepsek
Penanganan kasus dugaan pelecehan yang menyeret seorang oknum Wakil Kepala Sekolah di Kabupate Gorontalo, terus bergulir.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KASUS-PELECEHAN-Subbid-Penmas-Bid-Humas-Polda-Gorontalo.jpg)
Saat ini, korban yang teridentifikasi sementara berjumlah empat orang, anak masing-masing kedua orang tua serta dua teman mereka yang belum berani melapor.
Orang tua korban satu juga menduga ada korban lain yang memilih diam karena takut atau dibungkam.
“Ada sampai kelas XII, siswa yang tidak pernah mengungkapkan ke orang tuanya,” katanya.
Mereka berdua sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum karena khawatir kejadian serupa menimpa siswa lain.
Sebelum melapor, orang tua korban dua sempat mendatangi kepala sekolah untuk meminta kejelasan, namun respons yang diterima justru menimbulkan kecurigaan.
“Dari analisa saya, mereka itu tetap menutupi,” bebernya.
Para orang tua kini berharap kasus ini diusut tuntas oleh Polda Gorontalo.
Tanggapan Sekolah
Kepala sekolah tempat guru tersebut bertugas akhirnya angkat bicara dan membenarkan adanya laporan resmi ke Polda Gorontalo.
Ia mengaku mengetahui laporan itu setelah mendapat informasi bahwa salah satu bawahannya dilaporkan oleh orang tua siswa. Menurutnya, sebelum kabar ini mencuat, guru tersebut dikenal sebagai sosok pendidik yang banyak berkontribusi.
“Kalau menurut saya, orang ini terlalu baik di sekolah,” ujarnya.
Kepala sekolah menggambarkan guru itu sebagai pribadi yang dekat dengan siswa dan aktif berkontribusi di tingkat kabupaten hingga provinsi. Karena itu, ia mengaku terkejut dengan laporan dugaan pelecehan tersebut.
Terkait isu sebelumnya, ia hanya menerima informasi dari Guru BK. Setelah memanggil terlapor, ia mendapat jawaban bahwa tindakan yang dilakukan hanyalah bentuk kedekatan seorang guru kepada siswa.
“Pernyataan beliau hanya sebagai bentuk kasih sayang bapak kepada anak, dia gandeng,” terangnya.
Namun, ketika ditanya mengenai dugaan pelukan dan ciuman, kepala sekolah mengaku tidak mengetahuinya. Ia menegaskan bahwa sepanjang masa kepemimpinannya sejak 2023, tidak pernah ada kasus serupa yang diselesaikan melalui mediasi internal.
| Khansya Alya Najwa Mahasiswi FK UNG Jalani Program Pertukaran dan Kolaborasi Medis Lintas Negara |
|
|---|
| Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo |
|
|---|
| Bacaan Niat Salat Tarawih dan Doa Setelah Witir Lengkap Arab-Latin |
|
|---|
| Geger! Ular Cobra Bersembunyi di Kamar Rumah Warga Tenilo Kota Gorontalo |
|
|---|
| Sudah Disiapkan Rp2,3 Miliar, Kapan THR PPPK Paruh Waktu Kota Gorontalo Dibayarkan? |
|
|---|