PEMPROV GORONTALO

Program Sapa 129 Mobile Jadi Agenda Utama Dinas PPA Gorontalo Sepanjang Desember 2025

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo menetapkan program Sapa 129 Mobile sebagai agenda utama tahun 2025

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
PPA GORONTALO -- Kolase foto Kadis PPPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, dan suasana Rapat Koordinasi Teknis Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Dinas PPPA Provinsi Gorontalo menetapkan program Sapa 129 Mobile sebagai agenda utama sepanjang Desember 2025. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Program Sapa 129 Mobile sebagai agenda utama Dinas PPPA Provinsi Gorontalo sepanjang Desember 2025
  • Sapa 129 Mobile merupakan strategi jemput bola
  • Dinas PPA membutuhkan sinergi dari berbagai pihak

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo menetapkan program Sapa 129 Mobile sebagai agenda utama sepanjang Desember 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan perlindungan serta pendampingan psikologis bagi anak, sekaligus menyambut peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan rangkaian Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas PPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti, menjelaskan bahwa Sapa 129 Mobile merupakan strategi jemput bola yang menyasar sekolah-sekolah.

Melalui program ini, tim PPA turun langsung untuk melakukan identifikasi sekaligus memberikan intervensi awal bagi anak yang membutuhkan dukungan psikologis.

“Program Sapa 129 Mobile ini sahabat perempuan dan anak mobile. Kami datang ke sekolah untuk melihat langsung anak-anak yang butuh pendampingan,” ujar Yana saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (3/12/2025).

Menurut Yana, kebutuhan layanan psikologis di sekolah sangat nyata. Banyak anak menyimpan persoalan tanpa terdeteksi, sehingga kehadiran layanan mobile dianggap penting untuk mencegah masalah berkembang lebih besar.

“Di semua sekolah pasti ada anak yang butuh psikolog. Ada juga yang membutuhkan psikiatri. Kalau tidak teridentifikasi, mereka bisa menghadapi masalah yang seharusnya tidak terjadi,” tuturnya.

Baca juga: Dinas PPPA Gorontalo Fokus Perkuat Upaya Preventif Kekerasan Perempuan dan Anak Mulai 2026

Bulan Desember dipilih sebagai bulan intensif untuk memastikan seluruh anak mendapatkan dukungan psikologis yang mereka perlukan.

Yana menegaskan, Dinas PPA membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum.

“Kami butuh sinergitas. Karena itu kami hadir di semua rangkaian HUT Provinsi Gorontalo untuk memastikan program ini berjalan,” lanjutnya.

Selain layanan mobile, Desember juga diwarnai beragam kegiatan organisasi perempuan di Provinsi Gorontalo. Momentum Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius.

“Ini bukan hanya seremonial. Ini pengingat bahwa persoalan perempuan di Gorontalo masih ada,” kata Yana.

Ia menyebut, data kekerasan menunjukkan korban masih didominasi perempuan. Hal ini membuat Dinas PPA terus memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum agar penanganan setiap kasus berjalan efektif dan berpihak pada korban.

“Korbannya kebanyakan perempuan. Maka perhatian tidak boleh kendor,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved