Kebakaran Gorontalo
12 Warga Gorontalo Kehilangan Tempat Tinggal Dampak Kebakaran Rumah di Telaga Jaya
Sebanyak 12 warga Gorontalo kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka kebakaran siang tadi saat salat Jumat (28/11/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKRAN-Sebuah-rumah-ludes-terbakar-di-Desa-Bulotadaa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 12 warga Gorontalo kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka kebakaran siang tadi saat salat Jumat (28/11/2025).
Tak cuma satu, dua rumah sekaligus yang kebakaran. Masing-masing milik Olis Dali, dihuni empat jiwa.
Serta rumah Ratna Kadir yang dihuni delapan jiwa, sehingga total 12 jiwa terdampak peristiwa ini.
Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com di lokasi, kejadian ini saat salat Jumat berlangsung.
Biasanya, salat Jumat hanya diikuti oleh para pria. Karena itu, saat kejadian ini, para wanitalah yang menyaksikan dan bertindak.
Baca juga: Kronologi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Mikson Yapanto Dianiaya Oknum Penambang
Keterangan saksi, tiba-tiba asap tebal dan kobaran api muncul dari dalam rumah.
Spesifiknya, api muncul dari ruangan yang biasanya difungsikan tempat pembuatan aneka kue.
Kapolsek Telaga, IPTU Fredy Yasin yang berada di lokasi menjelaskan bahwa api diduga berasal dari rumah bagian depan.
"Kalau keterangan warga dari rumah sini," ujar Fredy menunjuk rumah yang pertama kali terbakar.
Ia menambahkan dugaan sementara sumber api berasal dari kebocoran tabung gas yang digunakan untuk produksi kue.
"Dugaan sementara penyebabnya kebocoran tabung gas," imbuhnya.
Baca juga: Ditelepon Wagub Idah Syahidah, Adhan Dambea Izinkan Gorontalo Half Marathon Gunakan Jalan Kota
Pantauan langsung TribunGorontalo.com di lokasi, reruntuhan bangunan berserakan, hawa panas masih terasa, dan puing-puing rumah tampak menghitam.
Kondisi cuaca yang terik dan hembusan angin membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.
Kepala Desa Bulota, Burhan Rahman, membenarkan bahwa kebakaran terjadi tepat saat warga sedang mendengarkan khutbah Jumat.
"Kebakaran itu informasi pada saat sementara Khutbah Jumat," ungkap Burhan.