Selasa, 10 Maret 2026

Perempuan Inspiratif Gorontalo

Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang

Grace Benufini, Duta Generasi Berencana (GenRe) Tahun 2024, mencuri perhatian di tengah acara Sinergitas 5 Krida Saka Kencana

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang
TribunGorontalo.com/Fajri Kidjab
DUTA GENRE – Grace Benufinit, Duta Generasi Berencana (GenRe) Tahun 2024. Grace mencuri perhatian di tengah acara Sinergitas 5 Krida Saka Kencana. 
Ringkasan Berita:
  • Grace Benufini, Duta GenRe Gorontalo Tahun 2024
  • Grace bercita-cita menjadi guru demi memberi dampak positif bagi generasi penerus bangsa
  • Grace Benufini membawa nilai-nilai GenRe untuk membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Grace Benufini, Duta Generasi Berencana (GenRe) Tahun 2024, mencuri perhatian di tengah acara Sinergitas 5 Krida Saka Kencana yang digelar di Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo.

Saat berkenalan, Grace dengan senyum tipis tampak malu-malu. Ia rupanya mahasiswi semester ke-7 Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo.

Grace berhasil dinobatkan sebagai Duta GenRe Provinsi Gorontalo tepat satu tahun lalu. Ia mewakili Gorontalo ke kompetisi Duta GenRe tingkat nasional di Kepulauan Riau.

Terlepas dari statusnya saat ini, bagi Grace, gelar bukanlah tujuan utama. Ia kini mendampingi remaja perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan gangguan kesehatan mental. 

“Saya merasa seperti mendapat panggilan untuk hadir bagi mereka yang lebih banyak diam, yang butuh ruang aman untuk pulih dari dalam,” ungkapnya saat ditemui TribunGorontalo.com di Kantor Desa Talumelito, Selasa (4/11/2025) siang.

Duta GenRe Jadi Titik Balik

Keterlibatannya di GenRe menjadi titik balik dalam hidupnya. Sebelumnya, Grace belum pernah mengikuti ajang serupa. 

GenRe adalah debutnya sekaligus gerbang menuju perubahan cara pandang terhadap masa depan. 

“Awalnya saya ingin jadi auditor, sesuai jurusan saya. Tapi setelah aktif di GenRe dan pelayanan gereja, saya sadar bahwa hidup bukan sekadar cari uang. Saya ingin berdampak,” tuturnya.

Kini, Grace bercita-cita menjadi guru TK atau SD, bahkan tak menutup kemungkinan menjadi pendeta. Baginya, mendidik anak-anak sejak dini adalah cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Saya ingin berdampak, bukan sekadar cari uang. Saya ingin membentuk karakter mereka, memberi harapan sejak kecil,” katanya dengan mata berbinar.

Di balik kiprahnya sebagai Duta GenRe, Grace juga menyimpan segudang prestasi. 

Ia meraih Medali Perak dalam Olimpiade Science and Research bidang Ekonomi, pernah mengikuti program Pertukaran Mahasiswa ke Semarang. Grace juga menjabat sebagai Bendahara Umum UKM Kristen Oikumene di kampusnya.

Lahir dan besar di Gorontalo, Grace menempuh pendidikan di SD Kristen Maesa, SMP Negeri 1 Gorontalo, dan SMK Negeri 1 Gorontalo sebelum melanjutkan studi ke UNG. 

Perjalanan akademik dan organisasinya menjadi fondasi kuat dalam membentuk sosok yang kini berdiri sebagai representasi remaja GenRe Gorontalo.

“Saya ingin terus membawa nilai-nilai GenRe ke mana pun saya pergi. Karena keluarga yang berkualitas adalah fondasi bagi Indonesia yang kuat,” pungkasnya.

Grace menekankan bahwa jatuh karena kegagalan bukanlah indikasi ketidakmampuan. Sebaliknya, ia melihat kegagalan sebagai proses pemurnian diri yang esensial.

"Gagal bukan berarti kalian jatuh. Jatuh karena kegagalan bukan berarti kalian tidak hebat, tapi mungkin dari kegagalan itu kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tegasnya.

Menutup pesannya, Grace mendorong para perempuan muda untuk mengambil inisiatif dalam perjalanan hidup mereka.

"Jadi jangan pernah menyerah. So, let's grow. Ayo bertumbuh, ayo bertumbuh di tempat di manapun kalian berada," tandasnya.

Baca juga: Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly

Program Unggulan Duta GenRe

DUTRA GENRE -- Muhammad Hafsi Syahrindra Raina, Ketua Forum GenRe Gorontalo. Hafsi menjelaskan program unggulan Duta GenRe.
DUTRA GENRE -- Muhammad Hafsi Syahrindra Raina, Ketua Forum GenRe Gorontalo. Hafsi menjelaskan program unggulan Duta GenRe. (TribunGorontalo.com/Fajri Kidjab)

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Hafsi Syahrindra Raina selaku Ketua Forum GenRe Gorontalo mengemukakan program unggulan yang dijalankan Duta GenRe saat ini.

Ia memperkenalkan Jumpa PIK-R, yakni akronim dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja. PIK-R hadir dalam dua versi berbasis sekolah dan berbasis masyarakat.

Program PIK-R menjadi jembatan antara edukasi dan pendampingan, terutama bagi remaja yang menghadapi tantangan kesehatan mental dan perencanaan masa depan.

“Kami fokus pada penyuluhan kepada remaja, mulai dari perencanaan kehidupan berkeluarga hingga isu-isu seperti stunting dan kesehatan reproduksi,” katanya. 

Bagi Hafsi, menjadi Duta GenRe bukan soal penampilan, tetapi soal aksi nyata.

“Kriteria utama bukan fisik, tapi pengetahuan dan keberanian untuk terjun langsung ke masyarakat. Remaja harus tahu bahwa masa depan Indonesia Emas ada di tangan mereka,” tukasnya.

 

(TribunGorontalo.com/Fajri Kidjab)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved