Perempuan Inspiratif Gorontalo
Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang
Grace Benufini, Duta Generasi Berencana (GenRe) Tahun 2024, mencuri perhatian di tengah acara Sinergitas 5 Krida Saka Kencana
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Grace-Benufini-Duta-Generasi-Berencana-GenRe-Tahun-2024.jpg)
“Saya ingin terus membawa nilai-nilai GenRe ke mana pun saya pergi. Karena keluarga yang berkualitas adalah fondasi bagi Indonesia yang kuat,” pungkasnya.
Grace menekankan bahwa jatuh karena kegagalan bukanlah indikasi ketidakmampuan. Sebaliknya, ia melihat kegagalan sebagai proses pemurnian diri yang esensial.
"Gagal bukan berarti kalian jatuh. Jatuh karena kegagalan bukan berarti kalian tidak hebat, tapi mungkin dari kegagalan itu kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tegasnya.
Menutup pesannya, Grace mendorong para perempuan muda untuk mengambil inisiatif dalam perjalanan hidup mereka.
"Jadi jangan pernah menyerah. So, let's grow. Ayo bertumbuh, ayo bertumbuh di tempat di manapun kalian berada," tandasnya.
Baca juga: Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly
Program Unggulan Duta GenRe
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Hafsi Syahrindra Raina selaku Ketua Forum GenRe Gorontalo mengemukakan program unggulan yang dijalankan Duta GenRe saat ini.
Ia memperkenalkan Jumpa PIK-R, yakni akronim dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja. PIK-R hadir dalam dua versi berbasis sekolah dan berbasis masyarakat.
Program PIK-R menjadi jembatan antara edukasi dan pendampingan, terutama bagi remaja yang menghadapi tantangan kesehatan mental dan perencanaan masa depan.
“Kami fokus pada penyuluhan kepada remaja, mulai dari perencanaan kehidupan berkeluarga hingga isu-isu seperti stunting dan kesehatan reproduksi,” katanya.
Bagi Hafsi, menjadi Duta GenRe bukan soal penampilan, tetapi soal aksi nyata.
“Kriteria utama bukan fisik, tapi pengetahuan dan keberanian untuk terjun langsung ke masyarakat. Remaja harus tahu bahwa masa depan Indonesia Emas ada di tangan mereka,” tukasnya.
(TribunGorontalo.com/Fajri Kidjab)