Jumat, 20 Maret 2026

Peran Saka Nasional Gorontalo

Nama Tiga Pelajar Gorontalo Jadi Petugas Upacara Pembukaan Peran Saka Nasional 2025 di Bongohulawa

Tiga pelajar asal Gorontalo mendapat kehormatan besar menjadi petugas upacara pada pembukaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Nama Tiga Pelajar Gorontalo Jadi Petugas Upacara Pembukaan Peran Saka Nasional 2025 di Bongohulawa
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
PERAN SAKA NASIONAL--Potret tiga pelajar jadi bertugas di pembukaan acara Peran Saka Nasional bertempat du Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11/2025). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tiga pelajar asal Gorontalo mendapat kehormatan besar menjadi petugas upacara pada pembukaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11/2025).

Mereka adalah Ni Putu Ayu Margareti (17) dari SMA Negeri 1 Limboto sebagai pembaca Undang-Undang, Rahmat Saputra J Rahman (17) dari MAN 1 Kabupaten Gorontalo sebagai pembaca Pancasila, dan Try Chintia Sari (16) juga dari MAN 1 Kabupaten Gorontalo sebagai pembaca Dasa Darma Pramuka.

Ketiganya berdiri di depan ribuan peserta dari 34 provinsi dalam suasana khidmat di bawah terik matahari Limboto. 

Baca juga: 2 Remaja Gorontalo Tampil di Peran Saka Nasional 2025, Bangga Bawa Seni Daerah ke Panggung Nasional

Meski panas menyengat, suara ketiganya terdengar lantang saat membacakan naskah masing-masing di hadapan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, dan jajaran pejabat daerah.

Saat diwawancarai, ahmat Saputra J. Rahman mengaku proses menuju panggung utama itu tidak mudah. Ia dan rekan-rekannya menjalani latihan intensif selama tiga minggu di bawah bimbingan pembina.

“Saya pembaca Pancasila. Latihan kami kurang lebih tiga minggu,” ujar Rahmat dengan nada bangga.

Ia menambahkan, selain latihan vokal dan teks, mereka juga dilatih cara berdiri, gestur tubuh, hingga mengatur pernapasan saat tampil di depan tamu undangan.

Sementara itu, Ni Putu Ayu Margareti merasa kesempatan ini menjadi momen bersejarah dalam hidupnya.

Ia menilai, tidak semua pramuka bisa mendapat kepercayaan seperti ini.

“Dari ribuan penegak dan pandega di Gorontalo, hanya kami yang terpilih. Itu sangat membanggakan,” ucap Ni Putu Ayu.

Ia mengaku sempat gugup sesaat sebelum tampil, namun rasa bangga dan tanggung jawab membuatnya tetap percaya diri.

“Begitu kami dipanggil kami sempat gugup, saya cuma ingat satu, harus tampil terbaik untuk Gorontalo,” katanya.

Lain halnya dengan Try Chintia Sari. Gadis berusia 16 tahun itu menjadi pembaca Dasa Darma Pramuka. 

Ia mengatakan hafalan dan pengendalian diri menjadi kunci utama agar tampil lancar di depan ribuan peserta.

“Yang pertama itu harus hafal mati, dan yang kedua tetap rileks,” katanya.

Menurutnya, meski terlihat sederhana, menjadi petugas upacara nasional membutuhkan ketenangan dan rasa tanggung jawab tinggi.

“Kalau gugup sedikit saja bisa salah ucap. Jadi kami benar-benar disiapkan,” tutur Try.

Ketiganya mengaku bangga bisa membawa nama sekolah masing-masing di acara sebesar ini.

Mereka merasa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga sekaligus motivasi untuk terus aktif di dunia kepramukaan.

“Ini kebanggaan untuk diri kami dan sekolah. Semoga ke depan makin banyak pramuka Gorontalo yang bisa tampil di tingkat nasional.” kata Ni Putu Ayu dan Rahmat menambahkan. 

Ketiganya pun berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar pramuka muda bisa berani tampil dan berprestasi.

“Kalau sering ikut, jadi makin percaya diri,” ucapnya.

Dihadiri Ribuan Peserta dan Pejabat Nasional

Upacara pembukaan Peran Saka Nasional 2025 berlangsung meriah. 

Berdasarkan data panitia, kegiatan ini diikuti 3.224 peserta yang terdiri dari 1.724 peserta dari 34 provinsi di Indonesia serta 1.500 peserta penegak dan pandega dari Gorontalo.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang turut hadir mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat kepramukaan di daerah.

“Peran Saka Nasional ini momentum untuk pembinaan kaum muda yang berkarakter dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Selain upacara, kegiatan juga akan diisi dengan pencanangan penanaman pohon di lahan 43 hektar kawasan Buper Bongohulawa, serta penanaman bibit kelapa di 8.000 hektar di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Ketua Kwarnas Budi Waseso dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai wadah membangun karakter generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan cinta tanah air. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 14:59
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved