Kamis, 12 Maret 2026

Berita Gorontalo

Rachmat Gobel Gagas Kerja Sama Gorontalo–Jepang, Petani Muda Bakal Dikirim Belajar ke Hokota

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, mengumumkan dimulainya kerja sama sister city antara Gorontalo dan Kota Hokota, Prefektur Ibaraki, Jepang.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rachmat Gobel Gagas Kerja Sama Gorontalo–Jepang, Petani Muda Bakal Dikirim Belajar ke Hokota
DOC PRIBADI
PERTANIAN - Kerja sama internasional antara Gorontalo dan Jepang resmi dimulai. Rachmat Gobel menggandeng Kota Hokota, pusat pertanian unggulan di Negeri Sakura, untuk mengangkat potensi petani muda Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Babak baru kerja sama internasional dibuka antara Gorontalo dan Jepang.

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, mengumumkan dimulainya kerja sama sister city antara Gorontalo dan Kota Hokota, Prefektur Ibaraki, Jepang.

Perlu diketahui, bahwa wilayah ini jadi daerah penghasil sayur dan buah terbaik di Negeri Sakura.

Dalam kunjungannya ke Hokota, Gobel menyampaikan bahwa kerja sama ini difokuskan pada program-program pertanian.

Melalui program tersebut, petani muda Gorontalo akan mendapat kesempatan belajar langsung teknik pertanian modern di Hokota.

Sebaliknya, tenaga ahli dari Jepang juga akan hadir di Gorontalo untuk berbagi ilmu dan teknologi pertanian berstandar tinggi.

“Dulu daerah ini miskin. Namun kini mereka mampu bertransformasi menjadi penghasil produk premium sayuran dan buah-buahan untuk seluruh Jepang. Saya ingin semangat itu menular ke Gorontalo,” ujar Rachmat Gobel dalam unggahan media sosialnya, Selasa (15/10/2025).

Hokota dikenal sebagai sentra pertanian maju di Prefektur Ibaraki, dengan produk unggulan seperti ubi manis, melon, dan sayuran premium.

Transformasi Hokota dari daerah agraris biasa menjadi produsen berkualitas ekspor dinilai bisa menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pertanian modern untuk Gorontalo.

Langkah kerja sama ini sekaligus membuka peluang transfer teknologi pertanian, sistem pemasaran global, hingga ekspor produk lokal Gorontalo ke Jepang.

Program ini diharapkan memperkuat peran Gorontalo sebagai lumbung pangan potensial di Kawasan Timur Indonesia serta memperluas jejaring kerja sama internasional daerah.

Profil Hokota

Ada kisah inspiratif dari sebuah kota kecil di Prefektur Ibaraki, Hokota di balik citra Jepang yang identik dengan teknologi mutakhir dan perkotaan modern.

Sekitar 60 tahun lalu kota ini dikenal sebagai wilayah pertanian miskin dengan infrastruktur terbatas.

Namun kini telah bertransformasi menjadi salah satu produsen pertanian paling sukses di Jepang.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja, melainkan dari semangat pantang menyerah, inovasi mandiri, dan kolaborasi yang kuat dari para petani.
 
Pada awal perkembangannya, para petani Hokota tidak mengandalkan pakar atau bantuan dari universitas.

Sebaliknya, mereka mengembangkan teknik budidaya sendiri yang inovatif untuk meningkatkan hasil panen.

Mereka menyadari bahwa kondisi geografis kota mereka, yang dikelilingi oleh Samudra Pasifik dan beberapa danau besar seperti Danau Hinuma dan Kitaura, sangat ideal untuk pertanian.

Angin laut yang menjaga suhu tetap sejuk sepanjang tahun, ditambah dengan tanah lempung yang subur dan mampu menahan air, memberikan keuntungan alami bagi pertumbuhan tanaman.

Namun, kunci keberhasilan sebenarnya terletak pada kolaborasi yang erat. Para petani di Hokota bekerja sama dalam koperasi dan kelompok lokal untuk saling berbagi pengetahuan, sumber daya, dan strategi.

Kekuatan kolektif ini memungkinkan mereka untuk mengatasi tantangan yang ada dan belajar dari pengalaman satu sama lain, mempercepat inovasi tanpa harus menunggu arahan dari pihak luar.
 
Hokota kini dikenal sebagai "kerajaan melon" Jepang, menjadi produsen melon terbesar di negara itu.

Melon dari Hokota, seperti varietas original Yuka dan Sayaka, terkenal karena rasanya yang manis, lembut, dan memiliki aftertaste yang kaya.

Selain melon, pertanian Hokota juga sukses membudidayakan berbagai komoditas lain, termasuk:

Stroberi: Varietas stroberi seperti Hitachihime dan Ibarakiss dibudidayakan dengan teknik modern, termasuk sistem rak gantung yang memudahkan proses panen. Salah satu lahan stroberi terbesar bahkan menggunakan sistem ini untuk menampung hingga 190.000 bibit.

Sayuran: Hokota juga merupakan produsen sayuran unggulan seperti lobak (daikon), wortel, gobou (burdock), dan tomat.

Buah-buahan lainnya: Beberapa petani juga menghasilkan buah-buahan lain, termasuk ubi jalar, yang merupakan produk khas Prefektur Ibaraki.
 
Sebagai bagian dari evolusi, Hokota mulai mengintegrasikan pertanian dengan pariwisata.

Beberapa fasilitas seperti Forest Park Melon no Mori didirikan untuk menarik pengunjung yang ingin merasakan pengalaman langsung memetik buah.

Tempat-tempat ini menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari memetik melon, mencicipi produk olahan seperti jus melon dan dessert, hingga barbeku dengan daging sapi lokal Hitachi.

Selain itu, pertanian lain seperti Fukasaku Farm juga menawarkan pengalaman memetik stroberi dan ubi jalar, serta memiliki kafe dan toko khusus Baumkuchen yang terbuat dari produk pertanian mereka.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi bisnis, tetapi juga memperkuat hubungan antara produsen dan konsumen.

Dengan memungkinkan pengunjung melihat dan merasakan langsung kualitas produk, Hokota berhasil membangun kepercayaan dan loyalitas terhadap produk pertaniannya.
 
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved