PEMPROV GORONTALO
UMKM Gorontalo Dapat Bahan Produksi Bukan Uang Tunai, Pemprov Gelontorkan Rp7,1 M
Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menegaskan komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan dengan menyalurkan bantuan bahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-bersama-usai-penyerahan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menegaskan komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan dengan menyalurkan bantuan bahan produksi kepada 1.945 pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di sektor olahan pangan.
Bantuan senilai Rp1.945.000.000 ini menjadi bagian dari alokasi anggaran Rp7,1 miliar yang disebar ke enam kabupaten/kota sepanjang tahun 2025.
Kota Gorontalo tercatat sebagai penerima terbanyak kedua setelah Kabupaten Gorontalo, menandakan tingginya konsentrasi pelaku UMKM di wilayah perkotaan.
Fokus ke Olahan Pangan, Bukan Sekadar Modal
Bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan bahan produksi sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Nilainya berkisar Rp1 juta per penerima, tergantung skala dan rencana pengembangan usaha.
Pendampingan usaha juga dilakukan agar bantuan tidak berhenti di distribusi, tapi berlanjut ke peningkatan kualitas dan produktivitas.
“Kami ingin memastikan para pelaku usaha mikro dan kecil di Gorontalo tetap tumbuh, berdaya saing, dan mandiri,” ujar Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge.
Verifikasi Ketat, Pendampingan Aktif
Sebelum bantuan disalurkan, seluruh penerima telah melalui proses verifikasi dan validasi.
Tujuannya: memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Pendampingan usaha dilakukan secara aktif agar pelaku UMKM bisa mengoptimalkan bahan produksi yang diterima.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut program UMKM sebagai salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Gusnar–Idah.
Menurutnya, pelaku usaha kecil adalah penggerak ekonomi lokal yang harus terus didukung agar mampu bersaing dan mandiri.
“Kami yakin dengan dukungan nyata seperti ini, UMKM Gorontalo akan semakin berkembang dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tegas Gusnar.
(*)