Rabu, 25 Maret 2026

Aleg Gorontalo Utara Viral

Klarifikasi Dheninda Chairunnisa Aleg Gorontalo Utara Usai Videonya Viral: Itu Bukan Menghina!

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chairunnisa, memberikan klarifikasi terkait videonya yang terlanjur viral di media sosial.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chairunnisa, memberikan klarifikasi terkait videonya yang terlanjur viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Dheninda, yang akrab disapa Dini, terlihat memperlihatkan gestur seperti orang mengejek.

Video itu direkam saat Dini menerima massa aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Gorontalo Utara, Senin (13/10/2025).

Kepada TribunGorontalo.com, Dini menegaskan bahwa video itu telah dipotong sehingga menimbulkan persepsi yang keliru terhadap dirinya.

Baca juga: Ratusan Warga Padati Rumah Keluarga Awal Mohamad, Bocah Hanyut di Sungai Bolango Gorontalo

“Video itu tidak utuh. Gestur yang saya lakukan sebenarnya adalah bentuk komunikasi non-verbal dengan salah satu pendukung saya yang juga hadir saat demo,” kata Dini.

Ia menjelaskan, komunikasi non-verbal merupakan bentuk penyampaian pesan tanpa kata-kata, seperti melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, atau kontak mata.

Menurut Dini, aksi unjuk rasa hari itu dipicu oleh pernyataannya terkait dugaan adanya praktik calo dalam penerimaan PPPK di Gorontalo Utara.

Dini sebelumnya memang menyerukan agar praktik percaloan dihapuskan.

Namun, pernyataannya itu justru menuai reaksi keras dari para aktivis yang kemudian menuntut Dini membuktikan tudingannya.

“Mereka meminta saya hadir dalam rapat dengar pendapat untuk menjelaskan ucapan saya soal dugaan calo PPPK,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Awal Mohamad Bocah Hanyut di Sungai Bolango Kini Ditemukan Tim SAR Gorontalo

Dini mengaku tidak merasa bersalah karena pernyataannya bukan tuduhan, melainkan bentuk imbauan agar proses seleksi PPPK lebih bersih.

Ia menambahkan, saat aksi digelar, sekitar 120 pendukungnya datang ke kantor DPRD untuk memberikan dukungan moral.

“Kebetulan ada karyawan ibu saya yang juga hadir di lokasi. Saya berkomunikasi dengannya menggunakan gestur itu,” jelas Dini.

Namun, Dini mengakui bahwa gestur itulah yang kemudian dimaknai sebagai gestur mengejek para pendemo.

Ia tidak menampik bahwa saat melakukan gerakan itu, memang ada seseorang yang sedang berorasi di depannya. Sehingga, secara sekilas, gestur tersebut tampak seperti mengejek.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved