Penemuan Mayat di Gorontalo
Kronologi Petani Gorontalo Yunus Biki Ditemukan Tewas Setelah 2 Hari Menghilang
Kabar duka menyelimuti Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (13/10/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kronologi-penemuan-mayat-Yunus-Biki-di-Desa-Dulamayo-Selatan.jpg)
Ketika proses pencarian berlangsung, saksi Agus mulai mencium adanya bau busuk yang sangat mencurigakan, bau yang mengarah ke lokasi yang tersembunyi.
Agus lalu menelusuri sumber bau tersebut dengan hati-hati. Ia terus mengikuti arah bau tak sedap itu hingga akhirnya menemukan pemandangan yang memilukan.
Yunus Biki ditemukan dalam posisi telentang dan yang lebih mengerikan, leher atau tubuhnya terlilit tali sapi peliharaannya sendiri.
“Saksi dua melihat korban sudah dalam posisi terlentang dan terlilit tali sapi peliharaannya,” ungkap AKP Wawan, menjelaskan kondisi korban saat ditemukan.
Setelah menemukan korban, saksi Agus segera memanggil Arfan Harun untuk menunjukkan tempat penemuan yang dipenuhi kengerian itu, sebelum akhirnya melaporkannya kepada pihak berwajib.
Baca juga: Yunus Biki Petani Gorontalo Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Amukan Sapi
Luka Parah dan Riwayat Amukan Sapi
Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter, korban diketahui mengalami sejumlah luka parah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban sempat mendapat amukan hebat.
Luka-luka tersebut antara lain adalah memar di dada kiri dan kanan, luka robek di paha kanan dan selangkangan, serta sejumlah lecet pada tangan dan pelipis kiri.
Tidak hanya itu, tim medis juga menemukan luka robek pada bagian bibir dan memar pada mata kiri, yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa korban mendapat benturan keras, kemungkinan besar ditanduk atau diinjak oleh sapi peliharaannya.
Hasil penyelidikan sementara dari pihak kepolisian juga mengungkap fakta memilukan di balik tragedi ini.
Korban ternyata sudah empat kali mendapatkan amukan atau serangan dari sapi yang sama sebelum insiden fatal ini terjadi.
“Berdasarkan keterangan saksi dua, korban sudah empat kali mendapatkan amukan dari sapi yang dipeliharanya,” jelas AKP Wawan.
Kepala Desa Dulamayo Utara, Ancho Hasan, turut membenarkan riwayat kekejaman sapi tersebut.
“Dulu pernah juga ditanduk tapi masih selamat. Kali ini sepertinya tidak sempat menyelamatkan diri,” tutur Ancho Hasan.
Bahkan, menurut penuturan pihak keluarga, mereka sempat menyarankan korban untuk menjual sapi yang sering mengamuk itu. Namun, saran tersebut ditolak oleh Yunus Biki.