Berita Viral
Tampang Sisilia Hendriani, Mahasiswi Pelaku Pemerasan Rp1,6 Miliar, Ajak Pengusaha Sawit VCS
Sisilia Hendriani (24) mendadak jadi sorotan publik setelah dirinya tertangkap melakukan modus pemerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-ilustrasi-wanita-melakukan-video-call-dan-Sisilia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sisilia Hendriani (24) mendadak jadi sorotan publik setelah dirinya tertangkap melakukan modus pemerasan.
Kasus ini terungkap setelah MT, pengusaha kelapa sawit di Riau melaporkan Sisilia ke polisi.
MT rupanya merasa dijebak oleh Sisilia yang mengajaknya video call seks (VCS).
Tanpa sepengetahuan MT, rupanya Sisilia merekam aksi tak senonoh itu.
Rekaman VCS itu dijadikan senjata untuk memeras MT.
Melansir dari Kompas.com, Sisilia ternyata tidak beraksi sendirian.
Ia telah merencanakan tindak pemerasan bersama kekasihnya, Syamsul Zekri (34).
Saat ini Sisilia dan Syamsul telah ditangkap oleh Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan menceritakan kronologi kejadian. Kasus ini berawal dari perkenalan antara korban dan Sisilia di sebuah tempat hiburan malam pada 2019.
“Setelah itu, mereka berkomunikasi lewat DM Instagram dan berlanjut ke WhatsApp,” ujar Ade kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/10/2025) malam.
Modus: Video Call Seks dan Screenshot
Menurut Ade, komunikasi antara keduanya berlanjut hingga Agustus 2023.
Saat itu, korban kembali menghubungi Sisilia dan mengajak melakukan video call seks melalui Instagram.
“Pada Agustus 2023, korban kembali menghubungi pelaku dan mengajak melakukan video call seks lewat DM Instagram,” kata Ade.
Awalnya, Sisilia yang diketahui merupakan seorang mahasiswi menolak ajakan tersebut. Namun, karena ditawari uang Rp 1 juta, ia akhirnya setuju.
Keduanya kemudian melakukan video call seks tanpa busana.
Tanpa sepengetahuan korban, Sisilia mengambil tangkapan layar atau screenshot dari tayangan video call itu.
Ia kemudian dibantu kekasihnya, Syamsul Zekri, untuk mengancam dan memeras korban.
“Pelaku Syamsul mengancam akan menyebarkan foto jika tidak dikirim uang,” sebut Ade.
Korban Rugi Rp 1,6 Miliar
Karena takut aibnya terbongkar, terutama karena korban telah berkeluarga, MT pun menuruti permintaan pelaku.
Awalnya, korban mentransfer uang Rp 10 juta ke rekening yang telah disiapkan oleh kedua pelaku.
Namun, ancaman tidak berhenti di situ. Pemerasan terus berlanjut hingga Agustus 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, korban mengalami kerugian total mencapai Rp 1,6 miliar.
Penangkapan dan Barang Bukti Merasa tidak tahan, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Riau.
Tim Siber Ditreskrimsus Polda Riau kemudian melakukan pelacakan terhadap akun media sosial pelaku hingga akhirnya menangkap keduanya di Pekanbaru pada Jumat (10/10/2025).
“Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus video call seks. Korban mengalami kerugian Rp 1,6 miliar,” ungkap Ade.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, antara lain dua unit mobil, satu unit sepeda motor, kalung emas seberat 10 gram, serta dua unit ponsel.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.