Selasa, 10 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Fokus Atasi Stunting dan Perkuat Peran Perempuan

Gusnar menuturkan bahwa keberadaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menjadi salah satu kebanggaan daerah

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Fokus Atasi Stunting dan Perkuat Peran Perempuan
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
ATASI STUNTING — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail beri sambutan pada kegiatan PPA, Rabu (8/10/2025). Gusnar juga mengulas capaian indeks pembangunan gender di Provinsi Gorontalo. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa isu perempuan, anak, pendidikan, serta penanganan stunting merupakan fokus utama pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI di Gorontalo.

Gusnar menuturkan bahwa keberadaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menjadi salah satu kebanggaan daerah karena termasuk dalam sekolah unggulan berskala nasional. Sekolah ini bahkan diarahkan untuk mampu bersaing di tingkat global, sesuai arahan Presiden Prabowo yang diteruskan melalui Wamen PPA.

“Targetnya, MAN Insan Cendekia yang sudah skala nasional ini bisa naik level. Kami ingin anak-anak Gorontalo bisa bersaing di tingkat global,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Selain itu, Gusnar juga mengulas capaian indeks pembangunan gender di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, meskipun angka indeks masih tergolong rendah, tren peningkatannya cukup menggembirakan. 

Sementara itu, indeks ketimpangan gender yang masih tinggi juga menunjukkan kecenderungan menurun. 

Hal ini dianggap sebagai pertanda bahwa upaya pengarusutamaan gender mulai membuahkan hasil.

Namun, ia menekankan bahwa tantangan terbesar yang harus segera ditangani adalah stunting. Data tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Gorontalo masih berada pada angka 24 persen. 

Menurutnya, angka ini cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

Gusnar menegaskan, penanganan stunting tidak bisa berhenti pada forum atau rapat semata, melainkan harus turun langsung ke lapangan.

“Anak-anak yang berisiko stunting harus ditemukan dan ditangani. Kita semua punya tanggung jawab yang sama,” tegasnya.

Gubernur menyampaikan target pemerintah daerah untuk menekan prevalensi stunting hingga di bawah 20 persen pada tahun 2025. 

Ia mengaku tidak ingin cepat berpuas diri dengan capaian tahun-tahun sebelumnya. 

Menurutnya, capaian yang ada bukanlah semata hasil kerja individu, tetapi tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Isu pengarusutamaan gender juga ia kaitkan dengan bidang ketenagakerjaan dan ekonomi. Menurutnya, lapangan kerja bagi perempuan semakin terbuka, apalagi dengan adanya kebijakan Presiden Prabowo mengenai program makan bergizi gratis. Perempuan bisa terlibat mulai dari dapur, pekarangan, hingga proses produksi pangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved