Berita Kota Gorontalo

Jalan Nani Wartabone Kian Padat, DPRD Minta Penataan Parkir Diperketat

Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo, menegaskan pentingnya penataan parkir yang baik di kawasan perkotaan,

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
PARKIRAN DI Nani Wartabone--Potret Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo malam hari, Selasa (7/10/2025). Sumbet foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo, menegaskan pentingnya penataan parkir yang baik di kawasan perkotaan, terutama di titik-titik keramaian.

Menurutnya, pengelolaan parkir tidak hanya menyangkut kelancaran lalu lintas, tetapi juga berdampak signifikan pada perekonomian daerah.

“Parkiran ini harus ditata dengan baik. Karena selain mencegah kemacetan yang berlebihan, sektor parkir juga bisa menjadi salah satu penunjang PAD bagi Kota Gorontalo,” ujar Ariston, Selasa (7/10/2025).

Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo itu berharap agar pemerintah daerah serius memperhatikan penataan parkir di kawasan strategis kota.

Ia menegaskan, parkir yang terkelola baik akan menciptakan kenyamanan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.

“Kami ingin PAD meningkat, UMKM tetap tumbuh, dan masyarakat juga nyaman. Jadi pengelolaan parkir harus diperhatikan secara serius,” tegas Ariston.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Hemanto Saleh, menegaskan bahwa sektor parkir memang menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dari data yang dimiliki Dishub, rata-rata penerimaan dari parkir mencapai Rp420 ribu hingga Rp750 ribu per malam.

“Saat ini sebenarnya sudah ada penataan, hanya saja karena jalurnya sudah satu arah, tetap ada potensi macet. Tetapi jangan sampai terjadi kemacetan panjang. Itu yang kami inginkan,” jelas Hemanto.

Hemanto menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di malam-malam ramai, pihaknya telah menurunkan personel Dishub di lapangan. 

Khusus pada malam Kamis dan malam Minggu, ia menyebut setidaknya empat hingga lima petugas ditempatkan untuk membantu mengatur arus kendaraan serta memastikan parkir berjalan tertib.

“Kami sudah menugaskan personel tambahan, terutama di malam Kamis dan malam Minggu. Jumlahnya sekitar empat sampai lima orang per malam. Ini dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Hemanto.

Hemanto mengungkapkan, kondisi paling ramai terjadi setiap malam Kamis dan malam Minggu, dengan puncak keramaian pada malam Minggu. 

Pada saat itu, Jalan Nani Wartabone yang telah diberlakukan satu arah dipadati kendaraan dan aktivitas masyarakat.

Banyak pelaku UMKM membuka lapak dagangan, sehingga kawasan ini seolah berubah menjadi pusat hiburan rakyat di malam hari.

Tidak hanya memberi kehidupan bagi UMKM, aktivitas malam Minggu di kawasan ini juga menjadi salah satu penyumbang penting bagi PAD Kota Gorontalo. 

Dari perhitungan Dishub, pendapatan parkir setiap malam berkisar antara Rp420 ribu hingga Rp750 ribu.

Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved