Gorontalo Krisis BBM
Pantauan Antrean BBM di SPBU Andalas Gorontalo, Pengawas Sebut Normal, Warga: Lumayan Panjang
Meski pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite disebut aman, antrean kendaraan roda dua, tiga, dan empat tampak memenuhi area SPBU
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-SPBU-di-Andalas-Kota-Gorontalo-sore.jpg)
Meskipun terdapat beberapa kendala teknis pada pengiriman, Pertamina telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan pasokan tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Dalam upaya menjaga ketersediaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan penambahan suplai pasokan ke wilayah Gorontalo.
Sehingga distribusi ke SPBU dapat terus berjalan terukur dan terkendali hingga pasokan berikutnya tiba.
“Kami juga mengambil langkah ekstra melalui penambahan jam operasi di Fuel Terminal untuk mempercepat proses bongkar-muat dan pendistribusian BBM ke SPBU, " ujar T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Di sisi lain, kata dia penambahan armada spot charter juga dilakukan guna memperkuat kelancaran suplai, khususnya untuk wilayah yang membutuhkan percepatan distribusi.
Ia menyebut per hari Kamis ini, kondisi pasokan BBM di Gorontalo telah normal kembali.
Pertamina menjamin ketersediaan pasokan saat ini berada pada kondisi stabil sehingga masyarakat tidak perlu panik dan berbondong-bondong melakukan antrean di SPBU.
Pertamina juga melakukan pengawasan menyeluruh terhadap oknum oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk membeli BBM subsidi secara berlebihan.
Monitor terhadap SPBU juga terus di tingkatkan agar penyaluran ke masyarakat bisa maksimal.
Pertamina akan memberikan sanksi yang tegas jika ada SPBU yang melakukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan BBM di wilayah Gorontalo tetap optimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan bakar,” tutup T. Muhammad Rum. (*)