Berita Nasional
5 Penambang Korban KKB di Yahukimo Gagal Empat Kali Dievakuasi
Upaya tim gabungan TNI-Polri untuk mengevakuasi lima penambang yang tewas akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENYERANGAN-Korban-KKB-terkendala-dievakuasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Upaya tim gabungan TNI-Polri untuk mengevakuasi lima penambang yang tewas akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, masih menemui jalan buntu.
Hingga Kamis (25/9/2025), operasi evakuasi yang dilakukan sudah empat kali, namun semuanya gagal.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa pada hari pertama, Senin (22/9/2025), tim tidak berhasil menembus lokasi karena diadang KKB dan terjadi kontak senjata.
Sementara pada Selasa dan Rabu, kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan banjir membuat medan semakin sulit.
“Percobaan keempat juga terpaksa dihentikan. Sungai yang harus diseberangi berarus deras pasca-banjir, meski tim sudah menempuh perjalanan darat lebih dari dua jam,” kata Cahyo.
Hingga kini, jenazah lima penambang masih berada di dua titik berbeda di Distrik Seradala.
Polisi dan TNI masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menentukan strategi baru, apakah melalui jalur darat dengan pengamanan ketat atau menggunakan helikopter.
Yahukimo merupakan salah satu wilayah di Papua Pegunungan dengan kondisi geografis berat, terdiri dari pegunungan curam, lembah, serta hutan lebat. Medan inilah yang kerap dimanfaatkan KKB untuk melakukan penyergapan.
“Kami tetap meningkatkan kewaspadaan meski saat upaya terakhir tidak ada gangguan dari KKB. Penguasaan medan oleh mereka menjadi tantangan besar,” ujar Cahyo menegaskan.
Penyerangan terjadi sejak Minggu malam (21/9/2025) hingga Senin pagi (22/9/2025) di Kampung Bingki dan Camp Kali Kulum, Distrik Seradala.
Minggu, 21 September malam: Dua penambang ditemukan tewas di Jalan Poros Kampung Bingki dengan luka senjata tajam dan tembakan.
Senin pagi, 22 September: KKB kembali menyerang camp penambang emas di Kali Kulum menggunakan panah dan senjata api. Tiga orang lagi tewas.
Total korban sementara mencapai lima orang. Informasi terbaru menyebutkan ada kemungkinan tiga jenazah tambahan, namun belum bisa dipastikan karena tim belum mencapai lokasi.
Pernyataan Satgas Damai Cartenz
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya korban tambahan. Namun identitas maupun jumlah pastinya belum dapat dipastikan.