Selasa, 3 Maret 2026

Profil Tokoh

Profil La Ode Haimudin, Kandidat Kuat Calon Ketua DPD PDIP Gorontalo

Jauh sebelum namanya dikenal sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin adalah seorang anak desa yang gigih dan pekerja keras.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Profil La Ode Haimudin, Kandidat Kuat Calon Ketua DPD PDIP Gorontalo
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
CALON KETUA -- La Ode Haimudin saat diwawancarai wartawan seusai konferensi pers, pada Minggu (21/9/2025). La Ode Haimudin digadang-gadang sebagai kandidat kuat calon Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo di Musda PDIP pada Oktober mendatang. 

TRIBUNGORONTALO.COM – La Ode Haimudin, politisi senior kembali menjadi sorotan publik.

Ia kini digadang-gadang maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo.

Lantas, siapa La Ode Haimudin?

Jauh sebelum namanya dikenal sebagai politisi, La Ode Haimudin adalah seorang anak desa yang gigih dan pekerja keras. 

Perjalanan hidupnya, dari seorang pedagang kecil hingga menduduki salah satu jabatan tertinggi di legislatif, adalah kisah yang penuh inspirasi.

Kisah La Ode Haimudin diceritakan dalam episode Podcast Parlemen bersama TribunGorontalo.com, Jumat (25/10/2024).

Simak profil lengkap La Ode Haimudin berikut ini.

Profil La Ode Haimudin

La Ode Haimudin lahir di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara pada 1965.

Ia menghabiskan masa kecilnya dengan membantu orang tua berdagang.

Setelah lulus SMP, ia memutuskan untuk merantau ke ibu kota provinsi, Kendari, untuk melanjutkan sekolah di SMAN I Kendari.

Di sana, ia tinggal bersama seorang sopir koperasi dan menjalani kehidupan yang serba sederhana.

Setiap hari, ia harus menimba air dan memikulnya ke tempat tinggalnya di lereng pegunungan.

Meski begitu, tekadnya untuk belajar sangat kuat. Ia berhasil meraih peringkat satu beberapa kali dan mendapatkan akomodasi bebas tes untuk masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1984.

Di IPB, La Ode yang hanya mendapat kiriman uang Rp75 ribu setiap dua bulan dari orang tuanya, harus mencari penghasilan tambahan. Ia sempat menjadi tukang ojek dan membuka les privat.

Dari sinilah ia belajar mandiri dan berorganisasi. La Ode adalah salah satu pendiri Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Bogor.

Dunia Kerja dan Politik

Setelah menyelesaikan kuliah, La Ode memilih untuk tidak mengikuti wisuda. Ia langsung menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan kayu di Kalimantan selama enam bulan, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.

Tak lama kemudian, ia mendapat tawaran pekerjaan di Gorontalo, yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Di Gorontalo, ia tidak hanya memulai karier profesionalnya tetapi juga menemukan pendamping hidup. Ia menikahi seorang perempuan dari Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Karier La Ode di perusahaan terus menanjak, dari tenaga teknis hingga menjadi kepala cabang di Manado pada 1996.

Saat itu, gejolak politik memasuki era reformasi sangat terasa, namun ia mengaku tidak pernah berpikir untuk terjun ke politik.

"Saya tidak pernah berpikir menjadi anggota DPRD, hanya karena hobi. Makanya sumber daya yang saya miliki, saya kerahkan untuk politik," jelas La Ode.

Namun, ia akhirnya memutuskan untuk berempati pada keluhan masyarakat yang merasa aspirasi mereka tidak didengar. Hatinya tergerak untuk membela kaum-kaum duafa.

Pada tahun 2000, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Boalemo. Hingga kini, La Ode terus menorehkan prestasinya di dunia politik.

Ia terpilih kembali sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024-2029.

Baca juga: Wahyudin Moridu dan Ahmad Sahroni, 2 Sopir Truk Berbeda Nasib di Dunia Politik

Kandidat kuat Ketua DPD PDIP Provinsi Gorontalo

Suhu politik di internal PDI Perjuangan Gorontalo mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang diperkirakan akan digelar pada Oktober 2025. Konsolidasi partai saat ini sudah memasuki tahap krusial.

La Ode Haimudin, yang menjabat sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan awal telah rampung.

Tahapan tersebut mencakup penjaringan di tingkat bawah hingga DPD.

"Sekarang sudah masuk pada tahapan yang namanya psikotes," kata La Ode saat dikonfirmasi, Minggu (22/9/2025). 

Menurut La Ode, setelah psikotes akan dilanjutkan dengan fit and proper test.

Dari tahapan inilah DPP PDI Perjuangan akan menetapkan nama ketua bersama dua pengurus lainnya di setiap tingkatan. Meski belum ada tanggal pasti, Musda diperkirakan akan digelar bulan depan.

Antusiasme kader untuk mencalonkan diri sebagai ketua sangat tinggi.

"Banyak sekali yang masuk penjaringan, baik ketua DPD maupun DPC sudah sangat banyak," ungkapnya.

La Ode Haimudin juga tidak menampik kemungkinan dirinya akan turut bersaing.

Perkiraan Musda pada bulan Oktober 2025 akan menjadi momen penting untuk menentukan arah kepemimpinan PDI Perjuangan Gorontalo ke depan.

 

(tribungorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved