Mapala Gorontalo Meninggal
5 Fakta Kasus Muhamad Jeksen Tewas Pasca Ikut Diksar Mapala Gorontalo
Kematian Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengejutkan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Muhamad-Jeksen-semasa-hidup-kiri-dan-jenazahnya-di-RSAS-Gorontalo-kanan.jpg)
Perjalanan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain membuat kondisi MJ semakin menjadi perhatian.
Rekan-rekannya berharap ia segera mendapat perawatan intensif, namun situasi di lapangan tidak sepenuhnya mendukung.
4. Jawaban Singkat Soal Luka
Dalam kondisi lemah, Amar sempat menanyakan kepada MJ apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, jawaban yang diberikan sangat singkat: “terbentur.”
Jawaban ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah benturan itu terjadi saat kegiatan Diksar, atau di luar kegiatan?
Fakta ini masih menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan dan klarifikasi yang ditunggu publik.
5. Riwayat Penyakit Hemofilia
Belakangan diketahui, MJ memiliki penyakit bawaan hemofilia sejak kecil.
Hemofilia adalah kelainan darah yang membuat tubuh sulit membekukan darah.
Akibatnya, luka kecil atau benturan ringan bisa menimbulkan perdarahan serius atau pembengkakan yang berbahaya.
Riwayat penyakit ini memberi konteks penting: kondisi MJ yang tampak bengkak dan kesulitan berbicara bisa jadi diperparah oleh hemofilia yang dideritanya.
Fakta ini juga menjelaskan mengapa benturan yang mungkin dianggap sepele bisa berakibat fatal bagi MJ.
La Ode Amar mengaku sangat terpukul dengan kabar duka yang datang pada Senin pagi.
“Saya kaget, baru subuh saya kembali, ternyata sudah ada informasi yang bersangkutan meninggal,” ujarnya dengan nada berduka.
Kematian MJ kini menjadi perhatian luas, bukan hanya di kalangan mahasiswa UNG, tetapi juga publik Gorontalo.
(*)