Jumat, 27 Maret 2026

Viral Anggota DPRD Gorontalo

Bandara Djalaluddin Gorontalo Pastikan Wahyudin Moridu Tak Mabuk saat Naik Pesawat

Pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo mengklarifikasi pengakuan Wahyudin Moridu kepada Badan Kehormatan DPRD Jumat malam lalu. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bandara Djalaluddin Gorontalo Pastikan Wahyudin Moridu Tak Mabuk saat Naik Pesawat
TribunGorontalo/Wawan Akuba
Potret Bandara Djalaluddin Gorontalo. FOTO: Wawan Akuba 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo mengklarifikasi pengakuan Wahyudin Moridu kepada Badan Kehormatan DPRD Jumat malam lalu. 

Pihak bandara menegaskan bahwa kondisi Wahyudin Moridu, saat keberangkatan pada 3 Juli 2025 lalu dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk.

Kepala Bandara Djalaluddin, Joko Harjani, menyatakan seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar.

Petugas Aviation Security (Avsec) melakukan profiling, pemeriksaan barang, hingga pemantauan penumpang sejak drop zone sampai boarding.

“Berdasarkan profiling teman-teman Avsec, kondisi yang bersangkutan masih normal. Kami tidak menemukenali kalau memang dia sempoyongan yang merupakan potensi. Kalau ada, itu akan kami larang,” tegas Joko, Minggu (21/9/2025).

Joko menambahkan, Avsec memiliki kewajiban mencegah penumpang yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Ia mencontohkan, pihak bandara sudah beberapa kali membatalkan keberangkatan penumpang yang mabuk maupun membawa barang terlarang.

“Profiling kami ketat, tidak hanya pada orang yang mabuk tetapi juga pada orang-orang yang membawa narkoba, atau penumpang sakit yang perlu koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Menurutnya, penumpang dalam kondisi mabuk berat dapat dengan mudah dikenali, baik dari perilaku sempoyongan maupun bau minuman keras.

Namun, pada hari keberangkatan Wahyudin, tanda-tanda itu sama sekali tidak ditemukan.

“Pada saat di bandara, kondisinya terpantau tidak ada potensi mengganggu keselamatan,” pungkasnya.

Meski demikian, Joko menghargai adanya laporan pihak maskapai maupun bandara ke aparat berwenang terkait dugaan kelalaian.

“Kalau ada yang mau laporkan tentu kita semuanya tunduk pada aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo merampungkan pemeriksaan terhadap Wahyudin Moridu, Jumat malam (19/9/2025). 

Fikram Salilama, Kepala BK memastikan kronologi kejadian viral itu langsung dengan Wahyudin. 

Menurut Fikram, Wahyudin saat kejadian itu dalam kondisi tak sadar apa yang ia perbuat. 

"Yang bersangkutan (Wahyudin) tidak tahu mengucapkan kata kata itu," kata Fikram.

Merasa janggal, Fikram pun mengaku mengejar penyebab hingga Wahyudin mengaku tak sadar mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati masyarakat tersebut. 

Dalam video tersebut kata Fikram, pihaknya cukup jeli sehingga menemukan adanya botol minuman keras. 

Dari situ, BK memperdalam apakah memang tak sadar mengucapkan kalimat dalam video lantaran mabuk minuman keras (miras). 

"Kami kejar apakah saudara telah telah mengonsumis miras. Dia mengaku dari tadi malam (malam sebelum kejadian)," kata Fikram. 

Dari pengakuan itu, rupanya terungkap jika Aleg PDIP itu saat video diambil dalam kondisi mabuk. 

Sebab menurut Wahyudin, saat menuju Bandara Djlaluddin itu ia dalam masih dalam kondisi mabuk. 

 "Ini penyampaian beliau," katanya. 

Sebetulnya kata Fikram, BK tak boleh membuka pengakuan ini kepada publik. 

Namun karena Wahyudin mengizinkan keterangan itu diungkapkan ke publik, BK pun berani membuka keterangannya di konferensi pers.

"Inti yang bersangkutan dia dalam kondisi tidak sadar, tidak mengetahui bahwa itu divideo," katanya. 

Minta Maaf

Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo minta maaf setelah video dirinya viral di media sosial (medsos). 

Melalui akun FB pribadinya, Wahyudin mengakui jika dirinya salah.

Bahkan mengakui jika apa yang dipertontonkan tak mencerminkan etika seorang pejabat publik. 

Karena itu, ia pun dengan besar hati menerima ocehan apapun dari para netizen dan masyarakat atas perilakunya. 

Tak cuma minta maaf, Wahyudin juga menyampaikan jika sebetulnya ia tak bermaksud demikian. 

Baca juga: Video Viral Anggota DPRD Gorontalo Akan Memiskinkan Negara: Kita Rampok Ajah Uang Negara

Permintaan maaf tak cuma ia ungkapkan ke masyarakat, namun pendukung hingga keluarganya. 

Berikut postingan Wahyudin dikutip TribunGorontalo.com dari status FBnya. Saat dihubungi Wahyudin belum menjawab. 

"Assalamualaikum Wr Wb
Masyarakat Gorontalo yg sya Hormati, Ba’da Shalat Jum’at in sodara sodaraku sedang di suguhkan dengan video mengenai sya, Apapun yg sya lakukan di video in sya akui SALAH dan tidak Menunjukan Etika Seorang Pejabat Publik. Teman2 sya menerima Hujatan dan Cemohan apapun itu atas hal in, Karna murni hal in kesalahan sya.
Hal in tentunya membuat Kegaduhan di masyarakat Gorontao, Jujur dari hati yg paling dalam sya tdk bermaksud demikian, Atas Kejadian ini Saya mohon maaf beribu ribu maaf kepada seluruh Rakyat Gorontalo, bill Khusus kepada Semua pendukung dan Keluarga sya "

Wahyudin memang baru-baru ini menghebohkan media sosial lantaran lontaran kalimatnya yang menyinggung masyarakat. 

Ramai-ramai netizen menyoroti ucapannya. Belum diketahui kapan video itu direkam, namun justru bukan itu persoalan dasarnya. 

Hal yang membuat netizen geram, lantaran dalam video itu sang anggota legislatif ini mengeluarkan kalimat yang menyakiti hati masyarakat. 

Pantauan TribunGorontalo.com, video itu diambil dalam sebuah mobil Sport Utility Vehicle (SUV). 

Video direkam oleh seorang wanita yang tampak duduk di sampingnya.

Dalam cuplikan video yang beredar, Wahyudin sesumbar akan merampok uang negara.

Wahyudin diduga sedang dalam perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Sambil tertawa bersama sang wanita, Wahyudin mengaku jika perjalanannya ini dibiayai negara. 

"Hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara," sambil tertawa bersama sang wanita. 

"Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin," ucap ia lagi sambil tertawa. 

Saat ini redaksi TribunGorontalo.com tengah mengonfirmasi terkait konteks video tersebut. 

Saat dihubungi, Wahyudin asal Boalemo itu belum menjawab.

Namun videonya sudah terlanjur beredar dan viral di Facebook dan grup-grup Whatsapp (WAG). 

Wahyudin Moridu terpilih dalam pemungutan suara ulang (PSU) Pileg 2024 dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo 6 yakni Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

Wahyudin Moridu adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo. 

Dapil Gorontalo 6 memperebutkan 11 kursi, 2 di antaranya menjadi milik PDI Perjuangan termasuk Wahyudin Moridu 

Wahyudin Moridu awalnya berada di posisi ketiga dengan 5.262 suara dalam pileg 14 Februari.

Namun, hasil pileg dapil Gorontalo 6 digugat ke MK dan KPU Provinsi Gorontalo diperintahkan menggelar PSU. 

Hasil PSU, Wahyudin Moridu menempati posisi kedua dengan 5.654 suara.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved