Viral Anggota DPRD Gorontalo
Bandara Djalaluddin Gorontalo Pastikan Wahyudin Moridu Tak Mabuk saat Naik Pesawat
Pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo mengklarifikasi pengakuan Wahyudin Moridu kepada Badan Kehormatan DPRD Jumat malam lalu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-04-30_Otoritas-Bandara-Djalaluddin-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo mengklarifikasi pengakuan Wahyudin Moridu kepada Badan Kehormatan DPRD Jumat malam lalu.
Pihak bandara menegaskan bahwa kondisi Wahyudin Moridu, saat keberangkatan pada 3 Juli 2025 lalu dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk.
Kepala Bandara Djalaluddin, Joko Harjani, menyatakan seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar.
Petugas Aviation Security (Avsec) melakukan profiling, pemeriksaan barang, hingga pemantauan penumpang sejak drop zone sampai boarding.
“Berdasarkan profiling teman-teman Avsec, kondisi yang bersangkutan masih normal. Kami tidak menemukenali kalau memang dia sempoyongan yang merupakan potensi. Kalau ada, itu akan kami larang,” tegas Joko, Minggu (21/9/2025).
Joko menambahkan, Avsec memiliki kewajiban mencegah penumpang yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Ia mencontohkan, pihak bandara sudah beberapa kali membatalkan keberangkatan penumpang yang mabuk maupun membawa barang terlarang.
“Profiling kami ketat, tidak hanya pada orang yang mabuk tetapi juga pada orang-orang yang membawa narkoba, atau penumpang sakit yang perlu koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.
Menurutnya, penumpang dalam kondisi mabuk berat dapat dengan mudah dikenali, baik dari perilaku sempoyongan maupun bau minuman keras.
Namun, pada hari keberangkatan Wahyudin, tanda-tanda itu sama sekali tidak ditemukan.
“Pada saat di bandara, kondisinya terpantau tidak ada potensi mengganggu keselamatan,” pungkasnya.
Meski demikian, Joko menghargai adanya laporan pihak maskapai maupun bandara ke aparat berwenang terkait dugaan kelalaian.
“Kalau ada yang mau laporkan tentu kita semuanya tunduk pada aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sebelumnya Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo merampungkan pemeriksaan terhadap Wahyudin Moridu, Jumat malam (19/9/2025).
Fikram Salilama, Kepala BK memastikan kronologi kejadian viral itu langsung dengan Wahyudin.