Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Berita Gorontalo Populer

3 Berita Populer Gorontalo Senin 22 Sept 2025 : PDIP Pecat Wahyu hingga Sosok PAW di DPRD Provinsi

Berikut 3 berita lokal yang populer di portal TribunGorontalo.com pada Senin 22 September 2025.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 3 Berita Populer Gorontalo Senin 22 Sept 2025 : PDIP Pecat Wahyu hingga Sosok PAW di DPRD Provinsi
Kolase TribunGorontalo.com /Istimewa
BERITA POPULER -- Wahyudin Moridu dipecat PDIP dan Wahyudin terlihat berada di dalam sebuah mobil SUV bersama seorang wanita. Wahyudin saat di rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo 

Wahyudin Moridu adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo. 

Dapil Gorontalo 6 memperebutkan 11 kursi, 2 di antaranya menjadi milik PDI Perjuangan termasuk Wahyudin Moridu 

Wahyudin Moridu awalnya berada di posisi ketiga dengan 5.262 suara dalam pileg 14 Februari.

Namun, hasil pileg dapil Gorontalo 6 digugat ke MK dan KPU Provinsi Gorontalo diperintahkan menggelar PSU. 

Hasil PSU, Wahyudin Moridu menempati posisi kedua dengan 5.654 suara.

Wahyudin Moridu adalah anak mantan Bupati Boalemo Darwis Moridu.

Video beredar itu diambil dalam sebuah mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Video tersebut diduga direkam beberapa bulan lalu. 

Video direkam oleh seorang wanita yang tampak duduk di sampingnya.

Dalam cuplikan video yang beredar, Wahyudin sesumbar akan merampok uang negara

Tampaknya mereka di jalan menuju Bandara Djalaluddin Gorontalo. Dalam video dia menyebutkan dalam perjalanan menuju ke Makassar.

Wahyudin mengaku jika perjalanannya ini dibiayai negara. 

"Aman negara. Makassar kita ji. Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara," sambil tertawa bersama sang wanita. 

"Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin," ucap ia lagi sambil tertawa. 

"Ini membawa hugel (hubungan gelap-selingkuhan) langsung ke Makasar menggunakan uang negara. Siapa ji Wahyudin Moridu," katanya. 

"Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, nanti 2031 berenti, masih lama," katanya tertawa dan menekan klakson mobil

2). Sosok Dedy Hamzah, Kandidat Kuat Calon Pengganti Wahyudin Moridu di DPRD Provinsi Gorontalo

Sosok Dedy Hamzah bakal calon Bupati Boalemo di Pilkada 2024
Sosok Dedy Hamzah, Kandidat Kuat Calon Pengganti Wahyudin Moridu di DPRD Provinsi Gorontalo (Kolase TribunGorontalo.com/Ist)

Nama Dedy Hamzah mencuat setelah pemecatan Wahyudin Moridu yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Wahyudin Moridu kini selangkah lagi meninggalkan kursi DPRD karena dirinya telah diberhentikan secara resmi terhitung Sabtu (20/9/2025).

Keputusan ini dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyusul video kontroversial yang melibatkan Wahyu Moridu.

"Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai telah secara resmi mengeluarkan sanksi terberat, yaitu pemecatan," kata Sekretaris DPD PDIP Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin dalam konferensi pers pada Minggu (21/9/2025).

Menurut La Ode, pemecatan ini dilakukan karena Wahyudin Moridu dinilai nyata-nyata melanggar disiplin, norma, dan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh seorang kader partai.

Pihak PDIP menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh kadernya.

Selain diberhentikan dari keanggotaan partai, Wahyudin Moridu juga diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

"Saya tegaskan, ini bukan penonaktifan, pemberhentian sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo," jelas La Ode.

Ia menambahkan, sesuai dengan ketentuan partai, surat pemberhentian akan disampaikan secara tertulis kepada pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo.

Pada kesempatan itu, La Ode Haimudin juga menyampaikan permohonan maaf atas perilaku salah satu kader partainya.

Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Gorontalo untuk selalu menjaga nama baik dan kehormatan partai.

"Kami bertekad untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan pelajaran penting bagi partai, agar tidak terulang di masa depan," pungkasnya. 

Saat ini, DPD PDI Perjuangan Gorontalo sedang mempersiapkan pengganti Wahyudin Moridu melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

"Benar (penentuan PAW berdasarkan aturan yang berlaku)," tegas La Ode.

Namun saat ditanyai apakah Dedy Hamzah yang akan menggantikan Wahyudin Moridu, La Ode terdiam beberapa detik.

"Nanti ada ketentuan yang akan berproses," jelas La Ode.

Lantas, bagaimana mekanisme PAW?

Mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD yang diberhentikan telah diatur secara jelas. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan calon pengganti berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya dari partai dan daerah pemilihan (Dapil) yang sama.

Penetapan ini merujuk pada daftar calon tetap (DCT) yang telah ditetapkan pada pemilu sebelumnya. 

Setelah partai politik mengajukan usulan pemberhentian, KPU akan memverifikasi dan menentukan nama caleg yang berhak menjadi pengganti.

Proses ini memastikan bahwa calon PAW adalah figur yang memiliki dukungan terbanyak kedua, ketiga, dan seterusnya setelah caleg yang terpilih sebelumnya.

Jika mengacu pada ketentuan tersebut, Dedy Hamzah berhak menempati kursi DPRD yang ditinggalkan oleh kader PDIP.

Hal ini dikarenakan Dedy Hamzah menempati daerah pemilihan yang sama dengan Wahyudin Moridu.

Ia juga meraih suara terbanyak ketiga pada Pileg 2024.

Dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, Wahyudin yang maju melalui PDI Perjuangan di Dapil VI (Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato) berhasil mengantongi 5.417 suara.

Jumlah itu menempatkannya di posisi ketiga, di bawah La Ode Haimudin (8.082 suara) dan petahana Dedy Hamzah (13.552 suara).

Karena kuota Dapil VI hanya 11 kursi, maka hanya ada dua nama dari PDI Perjuangan yang lolos ke DPRD. Saat itu, peluang Wahyudin tertutup.

Namun hasil tersebut dipersoalkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan menyangkut dugaan pelanggaran aturan keterwakilan perempuan 30 persen dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

MK kemudian memutuskan digelarnya PSU di dapil tersebut. Dari sinilah jalan politik Wahyudin berubah.

Pasca PSU, posisi Wahyudin melejit. Ia meraih 5.654 suara dan berhasil menyalip Dedy Hamzah yang suaranya merosot drastis menjadi 4.952.

Dengan hasil itu, Wahyudin menempati posisi kedua di bawah La Ode Haimudin.

Sementara Dedy Hamzah, yang sebelumnya memimpin perolehan suara, harus rela turun ke peringkat ketiga.

Sosok Dedy Hamzah

Pria bernama lengkap Dedy Hamzah, S.Pd bukanlah nama baru di DPRD Provinsi Gorontalo.

Kader PDIP ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo selama dua periode.

Saat Pilkada 2024, Dedy Hamzah sempat maju sebagai calon Bupati Boalemo.

Berpasangan dengan Riko Jaini, mereka didukung oleh koalisi PDIP, Hanura, Demokrat, dan PBB. Keduanya mendaftar di KPU Boalemo pada 29 Agustus 2024.

Namun, Dedy Hamzah—Riko Djaini hanya mampu meraup 31,90 persen suara di Kabupaten Boalemo. Mereka harus puas berada di peringkat kedua, di bawah pasangan Rum Pagau dan Lahmudin Hambali.

Adapun perolehan suara Dedy dan Riko sebanyak 28.137 suara, berbanding 42.490 milik Rum Pagau dan Lahmuddin Hambali (48,18 persen).

Kini, setelah gagal di Pileg dan Pilkada 2024, Dedy Hamzah berpeluang mencetak periode ketiganya sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo di tahun 2025.

Pria kelahiran 1980 ini tercatat pernah bersekolah di SMA Negeri 01 Telaga, Gorontalo (1997-2000).

Ia lalu melanjutkan studi S1 di Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo dan selesai tahun 2006.

Dedy Hamzah pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2009-2014 dan 2019-2024.

Ia juga merupakan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Dedy saat itu terpilih dalam Kongres IKA UNG yang diselenggarakan pada Maret 2021.

3). Pasar Ambuwa Gorontalo Hadirkan Wisata Tradisional dengan Kuliner Lokal dan Suasana Kebersamaan

UMKM -- Potret Pasar Ambua di Desa Huntu Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Sabtu (20/9/2025).
UMKM -- Potret Pasar Ambua di Desa Huntu Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Sabtu (20/9/2025). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Jika Anda mencari pengalaman wisata kuliner yang berbeda, simpan jadwal untuk berkunjung ke Pasar Ambuwa di Desa Huntu, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Pasar ini berjarak sekitar 10 kilometer dari Pusat Kota Gorontalo dengan waktu tempuh 20-25 menit perjalanan menggunakan mobil atau motor. 

Namun, Pasar Ambuwa bukanlah pasar pada umumnya yang menjual bahan-bahan dapur.

Di sini, pengunjung justru diajak bernostalgia menikmati kuliner tradisional dan suasana kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain.

Pasar unik ini hanya hadir setiap dua bulan sekali, namun selalu berhasil menyedot perhatian warga.

Suara derak bambu, aroma kue cucur yang baru digoreng, hingga tawa anak-anak yang berlarian sambil menggenggam keping kayu, menjadi pemandangan khas yang akan menyambut setiap pengunjung. 

Tikar anyaman, lampu sederhana serta sapaan ramah pedagang membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di tempat ini.

Suasana penuh kebersamaan dan nuansa tempo dulu sangat terasa di tempat ini.

Maka tak jarang tempat ini selalu dipadati oleh anak muda serta orang dewasa.

Di Pasar Ambuwa, Anda bisa mencicipi ragam kuliner tradisional Gorontalo.

Ada cucur dengan pinggiran renyah dan tengah yang manis, popolulu berbahan dasar ubi jalar, bubur sagu dengan kuah santan gurih dan gula merah, hingga apang colo yang lembut beraroma kelapa. 

Selain itu, tersedia onde-onde dengan taburan kelapa, binte biluhuta atau sup jagung segar dengan campuran ikan dan udang, serta Bubur Diniohu yang manis legit dari parutan kelapa muda dan gula aren. 

Bahkan sajian nasi kuning kampung yang mulai jarang ditemui di kota pun mudah didapatkan di sini. 

Total ada tujuh lapak UMKM di pasar ini yang mayoritasnya dikelola oleh ibu-ibu.

“Ambua artinya berkumpul. Nama ini juga melambangkan ikatan perempuan (bua), karena memang pasar ini banyak digerakkan oleh ibu-ibu,” jelas Lukman Al-Hakim, salah satu pengelola.

Konsep ramah lingkungan juga menjadi daya tarik tersendiri. 

Pengunjung dilarang menggunakan plastik sekali pakai, sementara transaksi dilakukan dengan keping kayu, tradisi yang lahir di masa pandemi dan kini menjadi ciri khas pasar ini.

Selain kuliner, Pasar Ambuwa juga menghadirkan ruang sosial. 

Kaum muda sibuk mengabadikan momen untuk media sosial, keluarga menikmati kebersamaan di atas tikar, sementara generasi tua larut dalam nostalgia masa lalu.

Di antara riuh suasana, Zulfikir Niode, pengunjung asal Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, tampak menikmati sepiring apang colo. 

Kata Zulfikar, pasari ini bukan hanya sebagai tempat makan, namun juga bisa menjadi sarana belajar.

“Pasar ini bukan sekadar tempat makan. Ini ruang belajar juga, karena mengangkat pangan lokal,” ungkapnya.

Sementara Latifah, warga Telaga, Kabupaten Gorontalo, memilih duduk di atas tikar sambil meneguk segelas saraba panas. 

Kata Latifah, nuansa yang dihadirkan di Pasar Ambuwa ini sangat jelas berbeda dengan di kota.

Bahkan ada beberapa kuliner yang sudah jarang ada di kota namun bisa ditemukan di Pasar ini.

“Rasanya beda sekali. Kalau di kota, makanan tradisional sudah jarang. Tapi di sini kita bisa temukan nasi kuning kampung, kue diniohu, semua disajikan dengan nuansa tempo dulu. Estetik, nyaman, sekaligus membuat kangen,” katanya.

Lebih dari sekadar pasar, Ambuwa adalah destinasi wisata tradisional. 

Sebuah ruang hidup yang memadukan kuliner, budaya, dan kebersamaan, sekaligus menjadi magnet baru pariwisata di Bone Bolango. 

Jadi, jika Anda ingin menikmati kehangatan suasana tempo dulu, jangan lewatkan kesempatan berkunjung ke Pasar Ambuwa pada jadwal berikutnya. (*/TribunGorontalo)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved