Wisata Gorontalo
Pasar Ambuwa Gorontalo Hadirkan Wisata Tradisional dengan Kuliner Lokal dan Suasana Kebersamaan
Pasar Ambua di Gorontalo hadir dua bulan sekali, tawarkan kuliner tradisional, suasana hangat, dan nostalgia tempo dulu.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pasar-ambuwa-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jika Anda mencari pengalaman wisata kuliner yang berbeda, simpan jadwal untuk berkunjung ke Pasar Ambuwa di Desa Huntu, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Pasar ini berjarak sekitar 10 kilometer dari Pusat Kota Gorontalo dengan waktu tempuh 20-25 menit perjalanan menggunakan mobil atau motor.
Namun, Pasar Ambuwa bukanlah pasar pada umumnya yang menjual bahan-bahan dapur.
Di sini, pengunjung justru diajak bernostalgia menikmati kuliner tradisional dan suasana kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain.
Pasar unik ini hanya hadir setiap dua bulan sekali, namun selalu berhasil menyedot perhatian warga.
Suara derak bambu, aroma kue cucur yang baru digoreng, hingga tawa anak-anak yang berlarian sambil menggenggam keping kayu, menjadi pemandangan khas yang akan menyambut setiap pengunjung.
Tikar anyaman, lampu sederhana serta sapaan ramah pedagang membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di tempat ini.
Suasana penuh kebersamaan dan nuansa tempo dulu sangat terasa di tempat ini.
Maka tak jarang tempat ini selalu dipadati oleh anak muda serta orang dewasa.
Di Pasar Ambuwa, Anda bisa mencicipi ragam kuliner tradisional Gorontalo.
Ada cucur dengan pinggiran renyah dan tengah yang manis, popolulu berbahan dasar ubi jalar, bubur sagu dengan kuah santan gurih dan gula merah, hingga apang colo yang lembut beraroma kelapa.
Selain itu, tersedia onde-onde dengan taburan kelapa, binte biluhuta atau sup jagung segar dengan campuran ikan dan udang, serta Bubur Diniohu yang manis legit dari parutan kelapa muda dan gula aren.
Bahkan sajian nasi kuning kampung yang mulai jarang ditemui di kota pun mudah didapatkan di sini.
Total ada tujuh lapak UMKM di pasar ini yang mayoritasnya dikelola oleh ibu-ibu.
“Ambua artinya berkumpul. Nama ini juga melambangkan ikatan perempuan (bua), karena memang pasar ini banyak digerakkan oleh ibu-ibu,” jelas Lukman Al-Hakim, salah satu pengelola.