Viral Anggota DPRD Gorontalo
Fikram Salilama: Ucapan Wahyudin Moridu Langgar Etik, Tak Cerminkan Anggota DPRD Gorontalo
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menyatakan bahwa pernyataan kontroversial Wahyudin Moridu dalam
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fikram-Salilama-tengah-serius-di-ruang-rapat-Paripurna-DPRD-Provinsi-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menyatakan bahwa pernyataan kontroversial Wahyudin Moridu dalam video yang viral di media sosial telah melanggar kode etik sebagai anggota legislatif.
Meski sedang dalam kondisi tubuh yang tidak fit, Fikram menegaskan bahwa BK akan segera menggelar pemeriksaan terhadap Wahyudin malam ini, Jumat (19/9/2025).
“Walaupun dalam kondisi tidak sehat saya segera lakukan ini,” ujar Fikram saat dihubungi via telepon oleh TribunGorontalo.com..
Menurut Fikram, ucapan Wahyudin yang menyebut “merampok uang negara” dan “memiskinkan negara” bukan hanya tidak etis, tetapi juga bertentangan dengan semangat konstitusi dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Jadi saya kaget melihat video itu, yang diucapkan langsung oleh anggota yang bersangkutan,” katanya.
Fikram, yang berasal dari Fraksi Golkar, menilai bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang anggota DPRD.
“Ada kalimat memiskinkan negara, kita rampok uang negara, ini kan tidak baik, bahasa yang tidak baik, yang kurang tepat,” tegasnya.
BK DPRD Gorontalo akan segera memanggil Wahyudin untuk memberikan klarifikasi langsung di hadapan empat dari lima anggota BK.
Fikram mengaku telah menghubungi Wahyudin secara pribadi untuk memastikan kehadirannya dalam rapat tersebut.
“Kita akan klarifikasi ke dia langsung apa penyebab dia bilang begitu,” ujarnya.
Permintaan Maaf Wahyudin
Menanggapi viralnya video tersebut, Wahyudin Moridu menyampaikan permintaan maaf melalui akun Facebook pribadinya.
Ia mengakui bahwa ucapannya tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik dan siap menerima kritik dari masyarakat.
“Apapun yang saya lakukan di video ini saya akui SALAH dan tidak menunjukkan etika seorang pejabat publik,” tulis Wahyudin dalam unggahan yang dikutip TribunGorontalo.com..
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Gorontalo, para pendukung, dan keluarganya, serta mengaku tidak bermaksud menyakiti siapa pun.