Berita Populer Gorontalo
3 Berita Populer Gorontalo : Kondisi Pengangkut Sampah hingga 1.184 Honorer Bisa jadi PPPK
Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang populer di Tribun Gorontalo pada Selasa (16/09/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DLH.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang populer di Tribun Gorontalo pada Selasa (16/09/2025).
Ada berita kondisi Pengangkut Sampah Kota Gorontalo yang kecelakaan, Pemkab Bone Bolango Gorontalo Terima 1.184 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu hingga SMP Negeri 1 Molibagu Raih Juara Umum HMF 2025.
Berikut ulasan 3 berita populer di TribunGorontalo.com pada Selasa (16/09/2025):
1.Kondisi Kondisi Pengangkut Sampah Kota Gorontalo yang Kecelakaan
Ois Nusi (24), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo yang menjadi korban kecelakaan kerja, kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Aloe Saboe.
Ois sudah menjalani operasi akibat benturan keras di kepala, namun kondisinya masih belum stabil.
Hal ini disampaikan oleh kakak korban, Indah Nusi.
"Dia merespons tapi belum bisa buka mata. Sudah dioperasi, namun HB-nya turun," ungkap Indah kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/9/2025).
Menurut Indah, Ois mengalami benturan parah di kepala bagian depan samping, yang membuatnya harus segera dioperasi.
Sementara itu, pihak keluarga mengaku kecewa karena hingga Senin siang, belum ada pejabat DLH yang menjenguk korban di rumah sakit.
Indah menambahkan, hanya rekan-rekan kerja, sopir, dan pengawas Ois yang datang pada Minggu (14/9/2025).
"Belum ada dari dinas datang kemari," ujar Indah dengan nada kecewa.
Meskipun demikian, pihak keluarga mendapat jaminan dari DLH bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung.
"Mereka saat ini katanya masih mengurus berkas. Namun, kalau ada pembayaran diminta untuk ditalangi dulu, nanti akan mereka ganti," jelas Indah.
Rekan kerja Ois, Karim Usman alias Nata, menceritakan kronologi kecelakaan tersebut.
Setelah mengangkut sampah di kawasan Kalimadu, mobil melaju menuju Jalan Kalimantan.
Saat Ois berdiri di bagian belakang mobil, ia tidak menyadari ada kabel listrik yang melintang rendah.
"Saya sempat peringatkan Ois saat melihat kabel, saya sendiri hampir kena. Saya pikir dia menghindar, tapi ternyata Ois yang terkena," jelas Nata.
Benturan dengan kabel itu membuat Ois terhempas dan mengakibatkan luka serius di bagian belakang kepala dan lehernya.
Ois segera dilarikan ke RSUD Aloei Saboe dan hingga pukul 14.51 Wita dan hingga kini masih dalam penanganan intensif di ruang IGD.
Kondisinya kritis dengan selang terpasang di hidung dan denyut nadinya terus dipantau.
Pihak rumah sakit bahkan meminta keluarga untuk keluar sejenak sebelum Ois dipindahkan ke ruang ICU.
Ois merupakan warga Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara dan diketahui belum menikah.
Saat ini, Ois tinggal bersama ayahnya, Misi Nusi, dan salah satu saudaranya.
Ayah Ois, Misi Nusi, mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar buruk itu.
Misi yang saat itu sedang mengambil air nira pun langsung bergegas ke RSUD Aloei Saboe.
"Air nira hanya saya taruh begitu di ember, saya biarkan saja. Anak saya lebih penting," kata Misi sambil menatap putranya dengan mata berkaca-kaca.
Misi mengungkapkan, ia dan Ois berencana menghadiri tahlilan saudaranya di Dulamayo usai salat magrib.
Sambil menahan tangis, Misi mengungkapkan perasaannya kepada sang anak.
"Saya sayang sekali dia, Pak. Dia tinggal dengan saya, penurut, dan tidak pernah membantah. Saya kaget kenapa ini harus terjadi sama anak saya," tuturnya.
2. Pemkab Bone Bolango Gorontalo Terima 1.184 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan sebanyak 1.840 formasi PPPK Paruh Waktu untuk Kabupaten Bone Bolango.
Formasi tersebut terdiri dari 289 guru, 206 tenaga kesehatan, dan 1.345 tenaga teknis.
Seluruhnya merupakan tenaga non-ASN yang selama ini mengabdi di berbagai instansi lingkup Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Kepala Bidang Kepegawaian BKPSDM Bone Bolango, Nining Rahayu Male, menjelaskan bahwa penetapan ini menjadi kabar penting sekaligus angin segar bagi ribuan tenaga non-ASN.
Menurutnya, tenaga non-ASN yang telah terdaftar dalam pangkalan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan memenuhi syarat menjadi prioritas untuk diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu.
“Jumlah yang ditetapkan sebanyak 1.840 orang. Mereka adalah tenaga non-ASN yang sudah terdaftar dalam database BKN. Jadi prioritasnya memang mereka, selama memenuhi syarat sesuai regulasi,” ujar Nining dihubungi via whatsapp, Senin (15/9/2025).
Nining menambahkan, terdapat perbedaan signifikan antara usulan PPPK Paruh Waktu dengan PPPK Penuh Waktu.
Namun demikian, seluruh peserta yang dinyatakan lulus telah melalui rangkaian seleksi resmi pada formasi tahun 2024.
“Seleksi ini sudah berjalan sesuai prosedur. Bahkan, seluruh tahapan ujian untuk PPPK Paruh Waktu sudah selesai pada bulan Mei 2025. Jadi mereka yang lulus memang sudah mengikuti mekanisme seleksi sesuai aturan,” jelasnya.
Adapun pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) terbagi dalam dua tahap, yakni Tahap I pada Desember 2024 dan Tahap II pada Mei 2025.
Kata Nining, proses koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, berjalan lancar.
Hal ini memastikan penetapan formasi bisa sesuai dengan kebutuhan riil daerah.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BKN dan Kemenpan agar semua proses berjalan sesuai regulasi. Alhamdulillah, semua tahapan sudah sesuai prosedur dan bisa dipastikan transparan,” kata Nining.
Sejalan dengan penetapan di Bone Bolango, pemerintah pusat melalui Kementerian PANRB dan BKN juga menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu diperuntukkan bagi tenaga non-ASN yang telah terdaftar dalam database BKN dan mengikuti seleksi CASN 2024.
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, menegaskan bahwa mekanisme pengadaan PPPK Paruh Waktu harus dilakukan dengan cermat agar tidak ada tenaga non-ASN yang terabaikan.
“PPPK Paruh Waktu memang dihadirkan untuk memberi kepastian status bagi tenaga non-ASN. Prioritas diberikan kepada mereka yang sudah ada di database BKN dan pernah mengikuti seleksi tahun 2024, baik lulus maupun tidak lulus. Semua tetap punya kesempatan sesuai formasi yang tersedia,” jelas Aba Subagja, dikutip dari laman resmi Kemenpan RB.
Pemerintah juga menegaskan bahwa formasi PPPK Paruh Waktu meliputi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Bagi tenaga teknis, jabatan yang diakomodasi meliputi pengelola umum operasional, operator layanan operasional, pengelola layanan operasional, hingga penata layanan operasional.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar mulai 2025, seluruh pengangkatan PPPK dilakukan melalui mekanisme seleksi yang transparan dan berbasis merit.
Jalur afirmasi yang berlaku pada 2024 telah dihentikan, sehingga setiap tenaga non-ASN tetap wajib mengikuti seleksi yang objektif.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, penetapan 1.840 PPPK Paruh Waktu di Bone Bolango menjadi bukti bahwa kebijakan ini tidak hanya menguntungkan daerah, tetapi juga sejalan dengan arah kebijakan nasional untuk menata tenaga non-ASN di seluruh Indonesia.
3. SMP Negeri 1 Molibagu Raih Juara Umum HMF 2025
SMP Negeri 1 Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), berhasil mengunci gelar juara umum di ajang Hulonthalo Marching Festival (HMF) 2025.
Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang hadir dalam acara penutupan di GOR David-Tony, Limboto.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menekankan bahwa HMF bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penting untuk membentuk karakter dan mental para generasi muda.
"Event ini membangun kerja sama, mendidik mental, dan mempersiapkan peserta sebagai calon juara di masa mendatang," ujar Sofyan Puhi, mengapresiasi semangat para peserta.
Tim Bahana Teladan SMPN 1 Molibagu sukses memukau dewan juri dengan penampilan bertema "Culture of Celebes" yang membawakan keberagaman budaya Sulawesi.
Mereka berhasil membawa pulang sembilan piala dari berbagai kategori, termasuk Juara I Street Parade dan Juara I Umum Divisi Senior Logam.
Kepala Sekolah SMPN 1 Molibagu, Siti Khadijah Ointu, merasa bangga atas pencapaian ini.
Ia menyebut kemenangan ini sebagai hasil kerja keras, dedikasi, serta dukungan penuh dari pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat Bolsel.
"Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi di masa depan," harapnya.
Adapun Hulonthalo Marching Festival (HMF) 2025 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar dari berbagai daerah untuk menampilkan kreativitas dan bakat seni mereka.
Dalam sambutannya, Idah Syahidah menyebut HMF sebagai ruang kreatif yang mampu menumbuhkan bakat seni sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.
“Hulonthalo Marching Festival menumbuhkan kreativitas, membangun kerja sama, sekaligus menjadi ruang unjuk prestasi bagi pelajar. Dari sinilah akan lahir talenta terbaik yang bisa membawa nama daerah di ajang lebih besar,” ujar Idah.
Di antara penampilan yang paling memukau, Bahana Teladan SMPN 1 Molibagu berhasil mencuri perhatian penonton dan dewan juri.
Mengusung tema ‘Culture of Celebes’, mereka menampilkan keanekaragaman budaya dari beberapa suku di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Penampilan 83 personel ini dipandu oleh tiga feel commander yang mengenakan busana adat suku Bolango (Pinahangi), Mongondow (Salu), dan Gorontalo (Bili’u).
Mereka membawakan lagu-lagu daerah seperti 'Aidodo' dari suku Bolango, 'Morawoi' dari suku Mongondow, serta 'O Happy' dari suku Sanger.
Menurut pelatih Bahana Teladan, Dionardo, persiapan teknis untuk penampilan tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Sementara itu, Ketua Persatuan Orang Tua (POTA) SMPN 1 Molibagu, Bharata Prabowo Asmongin, menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat oleh para feel commanders bukan sekadar kostum, melainkan simbol keberagaman di Bolsel.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa keberagaman budaya di daerah kami bisa ditampilkan secara harmonis dalam satu panggung besar,” jelas Bharata.
Secara keseluruhan, HMF 2025 diikuti oleh 22 sekolah dari berbagai daerah. Sebanyak 19 sekolah bersaing dalam kategori parade, display, dan seksional. Sementara tiga sekolah lainnya khusus mengikuti kategori seksional.'
Adapun daftar piala yang diraih SMPN 1 Molibagu adalah sebagai berikut:
- Juara I Street Parade
- Juara I Divisi Senior Logam
- Juara I The Best Percussion
- Juara I The Best Hornline
- Juara I The Best Colorguard
- Juara I The Best General Effect
- Juara II The Best Display and Showmanship
- Juara Favorit
- Juara I Umum Divisi Senior Logam (*/TribunGorontalo)
| GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun |
|
|---|
| Top 3 Berita Gorontalo: Nenek Tunanetra Mengeluh Bansos Terhenti hingga Bupati Murka ASN Terlambat |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Mayat Kos Terungkap, Jalan Ippot Tapa Berpasir, UNG Beri Beasiswa Penuh |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Rumah Dibobol Rp75 Juta Raib, Larangan Kandang Ayam, Hingga 268 Pejabat Dilantik |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Arisan Bodong Pohuwato, Kebakaran Bone Raya, UHC Awards 2026, SDN 1 Diresmikan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.