PEMPROV GORONTALO
Atasi Efisiensi Anggaran, Gubernur Gorontalo Tawarkan 3 Solusi untuk APBD 2026
Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat pimpinan (rapim) untuk mengevaluasi penyerapan anggaran APBD OPD hingga Agustus 2025.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-bersama-Ketua-DPRD-Provinsi-Gorontalo-Thomas-MT-Mopili.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat pimpinan (rapim) untuk mengevaluasi penyerapan anggaran APBD OPD hingga Agustus 2025.
Dalam rapat yang dipusatkan di Villa Kencana, Kabupaten Boalemo, Gubernur Gusnar Ismail menawarkan tiga solusi untuk menghadapi potensi penurunan anggaran tahun 2026.
Gusnar menekankan pentingnya penajaman program, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur. Meskipun anggaran berpotensi menurun, perbaikan jalan harus tetap menjadi prioritas.
"Oleh karena itu saya mintakan penajaman kegiatan-kegiatan," jelasnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (10/9/2025).
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, Gusnar menawarkan tiga langkah strategis, yakni sebagai berikut:
Lobi ke Jaringan Nasional
Pimpinan OPD diminta aktif melobi kementerian dan lembaga pusat agar Gorontalo bisa menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.
Hal ini diharapkan dapat meramaikan Gorontalo dan meningkatkan perputaran ekonomi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wali Kota Gorontalo Tarik 17 Mobil Dinas yang Dipakai Pejabat Eselon III
Menjadi Juru Bicara Investasi
Setiap pimpinan OPD harus berperan sebagai juru bicara untuk mempromosikan potensi investasi daerah di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata.
Digitalisasi Penyelenggaraan Pemerintahan
Gubernur Gusnar menekankan pentingnya digitalisasi. Dengan aplikasi pemantauan kegiatan OPD yang sudah diluncurkan, semua program dapat dipantau secara real-time melalui ponsel, memastikan efektivitas dan transparansi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Idah Saidah juga menyoroti hasil evaluasi Inspektorat yang menunjukkan masih banyak hal yang perlu dibenahi.
Ia sependapat dengan Gubernur bahwa digitalisasi harus ditingkatkan, baik pada aplikasi maupun realisasi di lapangan.
Idah mengapresiasi capaian pemerintah provinsi di tengah efisiensi anggaran, terutama dalam memberikan layanan pangan bagi masyarakat, seperti pasar pangan murah bersubsidi.
(tribungorontalo.com/ht)