Human Interest Story
Penantian 15 Tahun Terbayar, Usman Djafar Akhirnya Terima Bantuan Pemerintah Gorontalo
Senyum lebar terpancar dari wajah Usman Djafar, seorang petani dari Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Usman-Djafar-seorang-petani-dari-Desa-Talumelito.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Senyum lebar terpancar dari wajah Usman Djafar, seorang petani dari Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Setelah 15 tahun menjadi petani tanpa pernah menerima bantuan, kini ia merasakan langsung manfaat dari program pemerintah.
Usman adalah salah satu dari 132 petani yang terlibat dalam pencanangan penanaman jagung di sepanjang jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
"Sudah sekitar 15 tahun baru sekarang dapat bantuan secara langsung," kata Usman, sambil menggenggam karung benih jagung di tangan kanannya.
Bergabung dalam Kelompok Tani Huyula, Usman mengaku sangat bersyukur karena ia dan petani lainnya sangat membutuhkan benih jagung berkualitas.
"Dengan adanya bantuan tersebut, kami sangat mengharapkan bisa menghasilkan hasil yang berkualitas," ujarnya.
Ia pun berharap program serupa tidak hanya berhenti pada acara seremonial ini, melainkan terus digalakkan secara rutin. "Yang pasti kami berharap program seperti ini akan terus ada," tuturnya.
Selain itu, Usman juga menekankan pentingnya stabilitas harga saat panen nanti, agar kesejahteraan petani dapat meningkat.
"Besar harapan kami agar pada saat akan panen, harga stabil dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani," tutupnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wali Kota Gorontalo Tarik 17 Mobil Dinas yang Dipakai Pejabat Eselon III
Dukungan Pemerintah untuk Petani
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menambahkan bahwa program ini telah direncanakan dengan matang. Ia menyebut penanaman di sepanjang GORR dipilih dengan pertimbangan keamanan.
Pemerintah tidak hanya menyediakan benih, tetapi juga menyiapkan alat mesin pertanian (alsintan) yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
"Itu bisa kita manfaatkan dengan meminjam alatnya dan mengelolanya," kata Muljady.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mencanangkan penanaman jagung ini sebagai bagian dari program agro maritim.
Program ini melibatkan 132 petani dari 60 kelompok tani, dengan alokasi benih mencapai 1.839 kg untuk 126 hektar lahan.
Program ini diharapkan tidak hanya menegaskan identitas Gorontalo sebagai provinsi jagung, tetapi juga menjadi wajah pertanian modern yang terlihat di pintu masuk kota.
(tribungorontalo.com/ht)