Maulid Nabi di Gorontalo
500 Pezikir Meriahkan Maulid Nabi di Masjid Agung Gorontalo, Mayoritas dari Luar Daerah
Sebanyak 500 pezikir dari berbagai penjuru Gorontalo memadati Masjid Agung Baiturrahim dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2025-09-05_at_14_29_30jpgMAULID-NABI-Kondisi-perayaan-Maulid-Nabi-Muhammad-SAW.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebanyak 500 pezikir dari berbagai penjuru Gorontalo memadati Masjid Agung Baiturrahim dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (4/9/2025) malam hingga Jumat (5/9/2025) dini hari.
Mereka datang bukan hanya untuk berzikir, tetapi juga untuk menghidupkan tradisi spiritual yang telah diwariskan turun-temurun: walimah Maulid.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Gorontalo, Soekamto Mooduto, menyebutkan bahwa dari total peserta, 400 orang berasal dari luar kota, sementara 100 lainnya merupakan warga setempat.
“Setelah menerima kue walimah, mereka juga akan mendapatkan sadaka berupa uang pemberian. Ini bentuk penghormatan dan syukur atas kehadiran mereka dalam zikir Maulid,” ujar Soekamto.
Zikir Malam dan Walimah Subuh
Rangkaian acara dimulai sejak Kamis malam pukul 21.00 Wita dan berlangsung hingga Jumat pukul 04.00 Wita.
Tahun ini, durasi kegiatan dipersingkat karena bertepatan dengan hari Jumat, agar masjid dapat segera dibersihkan untuk salat Jumat.
Para pezikir duduk bersila dalam barisan rapat. Mereka mengenakan pakaian putih, sebagian membawa tasbih, dan sebagian lainnya menutup kepala dengan sorban.
Walimah Maulid bukan sekadar pembagian makanan. Di Gorontalo, tradisi ini menjadi medium dakwah dan kebersamaan.
Nampan-nampan besar berisi kue manis, nasi kuning, bilindi, depik, dan beras disusun rapi, dihias dengan kain dan ornamen khas Gorontalo.
Setelah zikir selesai, nampan-nampan ini dibagikan kepada jamaah, termasuk para pezikir.
Ketua Adat Bate lo Hulondalo, Ishak Bumulo, menegaskan bahwa walimah adalah bentuk syukur dan penghormatan terhadap keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Makna walimah itu bergembira, bersyukur, dan mengingatkan kita pada keteladanan Nabi. Bukan hanya makan bersama, tetapi bagaimana kita menjaga adab, sopan santun, dan saling menghormati,” ujarnya.
Antusiasme Warga dan Pengamanan Ketat
Sejak usai subuh, ratusan warga mulai berdatangan ke Masjid Agung untuk mengantri walimah. Panitia menerapkan jalur satu arah untuk menghindari desakan, namun sesekali antrean tetap padat.