PEMPROV GORONTALO
Dinas PPPA Prov Gorontalo Berupaya Lunturkan Budaya Patriarki di Masyarakat
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPPA) Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi perlindungan bagi perempuan dan anak.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CARTOON-Budaya-Patriarki-atau-menganggap-laki-laki-lebih-superpower-dari-perempuan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPPA) Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi perlindungan bagi perempuan dan anak.
Tidak hanya fokus pada layanan perlindungan, Dinas PPPA juga menargetkan perubahan pola pikir masyarakat agar budaya patriarki yang masih mengakar dapat perlahan terkikis.
Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti, menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal regulasi atau anggaran, melainkan juga budaya patriarki yang masih kuat.
“Di Gorontalo masih banyak yang menganggap anak perempuan tidak lebih unggul dari laki-laki,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Baca juga: Bundaran Saronde Mendadak Jadi Merah Maron Gara-gara Mahasiswa UNG Turun ke Jalan
Stigma ini menghambat pemenuhan hak anak dan perempuan secara optima.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas PPPA menggenjot berbagai program strategis.
Mulai dari mendorong seluruh kabupaten/kota naik peringkat sebagai Kota Layak Anak, menyusun Peraturan Daerah tentang pengarusutamaan gender, hingga menargetkan desa ramah perempuan dan peduli anak hadir 100 persen di Gorontalo pada 2030.
Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem sosial yang lebih adil dan setara.
Selain itu, Gorontalo juga tengah berupaya meraih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kementerian PPPPA.
Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil mendorong pembangunan berbasis pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.
“Ketika indikator-indikator itu terpenuhi, bukan hanya penghargaan yang kita dapat, tapi yang lebih penting adalah perempuan dan anak di Gorontalo benar-benar terlindungi,” jelas Yana.
Dinas PPPA juga menggerakkan organisasi perempuan di berbagai lini untuk bersama-sama melawan kekerasan dan diskriminasi.
Masyarakat diajak lebih peduli, responsif, dan aktif melapor ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
Baca juga: RS Bhayangkara Gorontalo Bantah Isu Gaji Nakes Telat Dibayar, Ini Faktanya
“Budaya patriarki hanya bisa dikikis jika kita semua bergerak. Mari bangun kebersamaan, gotong royong, dan jadilah pelopor dalam melindungi perempuan dan anak,” tegas Yana.
Dengan dukungan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syaidah, Dinas PPPA Gorontalo optimistis angka kekerasan bisa ditekan. Lebih jauh, perubahan budaya menuju kesetaraan gender diyakini akan menjadi fondasi penting untuk masa depan generasi Gorontalo yang lebih adil dan berdaya.(*)
| Gubernur dan Kapolda Gorontalo Tinjau Gerakan Pangan Murah, Warga Senang Harga Sedikit Lebih Murah |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan di HLM TPAKD 2026 |
|
|---|
| Pemprov Gorontalo Genjot Dapur MBG Bisa Capai 100 hingga Akhir Ramadan 2026 |
|
|---|
| Wagub Gorontalo Idah Syahidah Dorong Warga Cek Kesehatan Gratis di Puskes |
|
|---|
| Gusnar Ismail Pastikan PPPK Paruh Waktu Ikut Terima THR, Puluhan Miliar Disiapkan |
|
|---|