Sabtu, 14 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Dinas PPPA Prov Gorontalo Berupaya Lunturkan Budaya Patriarki di Masyarakat

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPPA) Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi perlindungan bagi perempuan dan anak.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dinas PPPA Prov Gorontalo Berupaya Lunturkan Budaya Patriarki di Masyarakat
ILUSTRASI
CARTOON -- Budaya Patriarki atau menganggap laki-laki lebih superpower dari perempuan masih mengakar di Gorontalo. Inilah yang jadi PR PPPA Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPPA) Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi perlindungan bagi perempuan dan anak.

Tidak hanya fokus pada layanan perlindungan, Dinas PPPA juga menargetkan perubahan pola pikir masyarakat agar budaya patriarki yang masih mengakar dapat perlahan terkikis.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti, menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal regulasi atau anggaran, melainkan juga budaya patriarki yang masih kuat.

“Di Gorontalo masih banyak yang menganggap anak perempuan tidak lebih unggul dari laki-laki,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Bundaran Saronde Mendadak Jadi Merah Maron Gara-gara Mahasiswa UNG Turun ke Jalan

Stigma ini menghambat pemenuhan hak anak dan perempuan secara optima.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas PPPA menggenjot berbagai program strategis.

Mulai dari mendorong seluruh kabupaten/kota naik peringkat sebagai Kota Layak Anak, menyusun Peraturan Daerah tentang pengarusutamaan gender, hingga menargetkan desa ramah perempuan dan peduli anak hadir 100 persen di Gorontalo pada 2030.

Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem sosial yang lebih adil dan setara.

Selain itu, Gorontalo juga tengah berupaya meraih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kementerian PPPPA.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil mendorong pembangunan berbasis pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.

“Ketika indikator-indikator itu terpenuhi, bukan hanya penghargaan yang kita dapat, tapi yang lebih penting adalah perempuan dan anak di Gorontalo benar-benar terlindungi,” jelas Yana.

Dinas PPPA juga menggerakkan organisasi perempuan di berbagai lini untuk bersama-sama melawan kekerasan dan diskriminasi.

Masyarakat diajak lebih peduli, responsif, dan aktif melapor ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

Baca juga: RS Bhayangkara Gorontalo Bantah Isu Gaji Nakes Telat Dibayar, Ini Faktanya

“Budaya patriarki hanya bisa dikikis jika kita semua bergerak. Mari bangun kebersamaan, gotong royong, dan jadilah pelopor dalam melindungi perempuan dan anak,” tegas Yana.

Dengan dukungan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syaidah, Dinas PPPA Gorontalo optimistis angka kekerasan bisa ditekan. Lebih jauh, perubahan budaya menuju kesetaraan gender diyakini akan menjadi fondasi penting untuk masa depan generasi Gorontalo yang lebih adil dan berdaya.(*)

ADV Pemprov Gorontalo

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 14 Maret 2026 (24 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:05
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved