PEMPROV GORONTALO
Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Pastikan Hak Anak dan Perempuan Terpenuhi, Ini Targetnya
Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo terus memacu berbagai strategi untuk memastikan hak-hak perempuan dan anak terpenuhi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DINAS-PPA-GORONTALO-Sosok-Kepala-Dinas-Kadis-Perlindungan-Anak.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo terus memacu berbagai strategi untuk memastikan hak-hak perempuan dan anak terpenuhi.
Sejumlah program disiapkan, mulai dari peningkatan status kabupaten/kota layak anak hingga mendorong peraturan daerah (perda) tentang pengarustamaan gender.
Kepala Dinas PPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti, mengungkapkan pada tahun 2026 pihaknya menargetkan seluruh kabupaten/kota di Gorontalo naik peringkat dalam penilaian kota layak anak.
Hal ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syaidah.
“Ketika kabupaten/kota dan provinsi sudah memenuhi indikator Penilaian Parahita Ekapraya (PPE), maka Provinsi Gorontalo berpeluang mendapatkan penghargaan tersebut,” kata Yana saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Kamis (28/8/2025).
Ia menjelaskan, Parahita Ekapraya merupakan penghargaan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil mencapai pembangunan pengarustamaan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
“Kalau perempuan sudah memenuhi indikator-indikator yang ditetapkan, Provinsi Gorontalo bisa meraih penganugerahan Parahita Ekapraya,” tegasnya.
Menurut Yana, salah satu langkah penting yang perlu segera diwujudkan adalah lahirnya perda tentang pengarustamaan gender di Gorontalo.
“Perda ini insyaallah segera diproses. Kami berharap regulasi ini bisa segera ada, sehingga hak perempuan lebih terjamin dan perlindungan lebih kuat ketika terjadi kekerasan,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Dinas PPA juga masih fokus membangun kesadaran masyarakat agar peduli terhadap isu kekerasan perempuan dan anak.
Upaya itu termasuk memperkuat kelembagaan di tingkat desa, sekaligus mendorong hadirnya program serta alokasi anggaran dari pemerintah desa.
“Harapannya, pada tahun 2030 nanti semua desa di Gorontalo sudah menjadi desa ramah perempuan dan peduli anak,” terang Yana.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggandeng organisasi perempuan di berbagai sektor agar bergerak bersama.
“Organisasi-organisasi wanita yang punya program sendiri tentu kami apresiasi, karena itu bagian dari sinergi. Mereka adalah mitra kami di masyarakat untuk mencapai tujuan yang sama,” bebernya.
Meski demikian, Yana mengakui tantangan terbesar masih datang dari faktor sosial dan budaya.
| Buka Puasa Demokrat, Gusnar Ismail Bahas Isu Strategis dengan Sekjen Gerindra Sugiono |
|
|---|
| Wagub Gorontalo Idah Syahidah Salurkan BLP3G di 4 Kecamatan, Prioritaskan Lansia dan Disabilitas |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis UNG, Singgung Biaya Studi |
|
|---|
| Sidak Pangan Jelang Idulfitri, Gubernur Gorontalo Pastikan Stok Aman dan Harga Terjangkau |
|
|---|
| Atasi Kemacetan Simpang Lima Telaga, Pemprov Gorontalo Mulai Studi Kelayakan Pembangunan Flyover |
|
|---|