PEMPROV GORONTALO
Ground Breaking Tahap Awal 1.000 Hektare Sawah di Manunggal Karya Gorontalo Dimulai
emerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai mengerjakan tahap awal percetakan sawah seluas 1.000 hektare
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gusnar-Ismail-hadir-langsung-memantau-proses-ground-breaking.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai mengerjakan tahap awal percetakan sawah seluas 1.000 hektare di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir langsung memantau proses ground breaking pada Senin (8/12/2025).
Dalam sebuah wawancara Gusnar menjelaskan bahwa manfaat paling dekat dari program ini adalah perluasan areal tanam yang akan langsung dirasakan masyarakat.
Ia menyebut kondisi areal tanam padi irigasi di Gorontalo saat ini masih terbatas.
“Yang pertama akan dirasakan masyarakat adalah bertambahnya areal tanam. Sekarang ini luas areal tanam padi irigasi kita sekitar 25 ribu hektare, masih relatif kecil. Kalau bertambah 5.000 hektare lagi maka totalnya bisa mencapai 30 ribu hektare,” ucap Gusnar.
Ia menambahkan bahwa dengan ketersediaan air yang cukup, pola tanam bisa diatur lebih baik dan berpotensi membuat petani menanam hingga tiga kali setahun.
Ia juga memaparkan alasan memilih Kabupaten Pohuwato sebagai lokasi pencetakan sawah.
Menurutnya, daerah ini memiliki infrastruktur air yang memadai berkat Bendungan Randangan yang telah rampung beberapa tahun lalu.
“Di sini ada bendungan besar yang membendung Sungai Randangan dan sudah selesai sekitar empat sampai lima tahun lalu. Airnya siap digunakan, sehingga lahan baru ini bisa langsung didukung oleh sumber air yang stabil,” jelasnya.
Tahap awal seluas 1.000 hektare yang kini mulai dikerjakan merupakan lahan dengan SID dan desain yang sudah siap.
Target penyelesaiannya sekitar 33 hari dimulai dengan tanggal 28 November sampai dengan 30 Desember 2025, sebelum dilanjutkan dengan tahap berikutnya hingga mencapai total 5.642 hektare.
Sumber dana berasal dari APBN dengan total Rp28.324.000.000.
Gusnar mengatakan pemerintah provinsi juga mempersiapkan langkah lanjutan setelah percetakan sawah ini berjalan.
Mulai dari memastikan irigasi tetap terpelihara, menyediakan benih padi yang lebih unggul, hingga memperketat distribusi pupuk agar tidak terlambat sampai ke petani.
“Kita ingin jaringan irigasi ini terpelihara terus agar pengairan tidak terhambat. Kita juga akan mendorong penggunaan benih-benih padi sawah yang lebih bagus supaya produksi meningkat," jelasnya.